Setiap Bulan Luluskan 20 Operator, Sriwijaya Training Center Bidik Sektor Pertambangan dan Perkebunan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cetak Operator Bersertifikat, Sriwijaya Training Center Siapkan Lulusan Langsung Kerja
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kebutuhan tenaga operator alat berat yang kompeten terus meningkat seiring berkembangnya sektor pertambangan, perkebunan, dan konstruksi. Menjawab kebutuhan itu, PT Sriwijaya Brilian Wijaya melalui Sriwijaya Training Center aktif mencetak operator profesional yang siap terjun ke dunia kerja.
Berlokasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, lembaga pelatihan ini menjadi salah satu tujuan masyarakat dari berbagai daerah yang ingin memperoleh keterampilan operator alat berat sekaligus meningkatkan peluang kerja di sektor industri nasional.
Program pelatihan yang diberikan tidak hanya fokus pada pengoperasian alat berat. Peserta juga dibekali kesamaptaan fisik, teori excavator, praktik lapangan excavator dan bulldozer, psikotes, pengembangan soft skill, hingga simulasi wawancara kerja.
“Kami menyiapkan peserta agar tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental, disiplin kerja, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri,” ujar manajemen Sriwijaya Training Center.
Salah satu keunggulan program ini adalah pemberian sertifikasi resmi berupa Surat Izin Operator (SIO) dari Kementerian Ketenagakerjaan RI serta sertifikasi BNSP untuk operator excavator. Sertifikat tersebut menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja profesional.
“Sertifikasi resmi menjadi nilai tambah bagi peserta karena merupakan salah satu syarat yang banyak dibutuhkan perusahaan alat berat, konstruksi maupun pertambangan,” jelasnya.
Setiap bulan, Sriwijaya Training Center rata-rata meluluskan sekitar 20 peserta. Setelah menyelesaikan pelatihan, lulusan dapat memilih mengikuti program magang atau langsung masuk dalam skema penempatan kerja yang telah disiapkan lembaga.
Untuk program magang, peserta ditempatkan di tambang pasir dan batu yang beroperasi secara legal di wilayah Jawa Tengah. Sedangkan jalur penempatan kerja menjangkau berbagai daerah seperti Kalimantan, Sumatra hingga Papua.
“Lulusan kami bekerja di berbagai sektor mulai pembukaan lahan, proyek cetak sawah, perkebunan sawit, hingga kegiatan panen kayu yang membutuhkan operator alat berat terampil,” terangnya.
Melalui program ini, Sriwijaya Training Center berharap dapat membantu masyarakat memperoleh keterampilan yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus membuka akses menuju lapangan kerja yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Tujuan kami adalah menciptakan tenaga kerja yang siap pakai dan mampu bersaing di dunia industri dengan kompetensi yang diakui secara resmi,” pungkasnya. (DK/NW)

>
>
