Strategi Pemkot Surabaya Menghadapi Musim Hujan, Bangun 8 Pompa Air
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat langkah-langkah antisipasi banjir yang sering terjadi di wilayahnya. Salah satu upaya utama adalah pembangunan delapan rumah pompa baru di titik-titik strategis. Proyek infrastruktur ini dirancang untuk menyelesaikan masalah genangan air di kawasan pemukiman dan jalan protokol.
Progres Pembangunan Rumah Pompa Baru
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan bahwa dari delapan lokasi yang direncanakan, enam proyek telah selesai melalui proses lelang. Dua proyek lainnya masih dalam tahap akhir tender. Lokasi yang sedang diproses meliputi kawasan Gereja Bethany dan Jalan Panjang Jiwo.
Adi Gunita menegaskan bahwa pengerjaan fisik akan segera dimulai pada bulan ini. Tujuan utamanya adalah agar rumah pompa dapat beroperasi sepenuhnya sebelum musim hujan tiba. Target penyelesaian diperkirakan tercapai pada Oktober 2026.
Kebijakan Ketat dalam Pemilihan Kontraktor
Dalam proses pemilihan rekanan atau kontraktor, DSDABM menerapkan aturan ketat. Adi Gunita menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi penyedia jasa dengan rekam jejak buruk. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keandalan proyek.
Peran Rumah Pompa dalam Sistem Drainase
Rumah pompa baru ini merupakan bagian integral dari sistem drainase kota. Fungsi utamanya adalah mengalirkan debit air secara maksimal menuju pembuangan akhir. Dengan demikian, risiko banjir di wilayah perkotaan bisa diminimalkan.
Dampak Positif terhadap Masyarakat
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Selain mengurangi risiko banjir, proyek ini juga diharapkan mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui peningkatan aksesibilitas dan kenyamanan lingkungan hidup.
Tantangan dan Langkah Lanjutan
Meski progres pembangunan cukup baik, beberapa tantangan tetap ada. Antara lain, keterbatasan anggaran dan kesulitan dalam koordinasi antarinstansi. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Surabaya berencana mengandalkan pinjaman sebesar Rp 800 miliar dari PT SMI.
Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem drainase yang sudah ada. Dengan pendekatan holistik, diharapkan Surabaya bisa menjadi kota yang lebih siap menghadapi ancaman banjir.***

>
>

Saat ini belum ada komentar