Inovasi Mahasiswa Ubaya dalam Mendeteksi Kesehatan Mental Siswa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
dIAGRAMKOTA.COM – Kesehatan mental siswa kini menjadi isu yang semakin mendapat perhatian, terutama setelah beberapa kejadian tragis yang menimpa pelajar di berbagai daerah. Di tengah situasi ini, mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan solusi inovatif untuk membantu sekolah dalam memantau kondisi psikologis siswa secara lebih sistematis.
Peran Penting Deteksi Dini dalam Pendidikan
Masalah kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena kurangnya ruang bagi siswa untuk menyampaikan perasaan mereka. Hal ini bisa berujung pada konsekuensi yang lebih serius, seperti tindakan nekat yang dilakukan oleh sejumlah pelajar.
Untuk mengatasi tantangan ini, Chavel Aiko Ratu, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Ubaya, menciptakan sebuah sistem informasi bernama Rasaya. Sistem ini dirancang agar dapat digunakan oleh guru, wali kelas, dan siswa sendiri untuk memantau kondisi kesehatan mental secara lebih efektif.
Fitur Unggulan dan Cara Kerja Sistem
Rasaya memiliki berbagai fitur yang dirancang untuk memberikan data yang akurat dan objektif. Salah satu fitur utamanya adalah daily mood tracker, yang memungkinkan siswa untuk mencatat suasana hati harian mereka. Selain itu, ada fitur lapor teman, refleksi harian, serta riwayat kondisi emosi.
Data yang masuk kemudian dianalisis menggunakan metode Lexicon-Based Sentiment Analysis, yang membagi emosi menjadi tiga kategori: positif, negatif, atau netral. Sistem ini juga dilengkapi algoritma yang mampu mengklasifikasikan kondisi seperti stres akademik atau konflik sosial.
Proses klasifikasi ini telah divalidasi oleh psikolog anak dan remaja untuk memastikan akurasi hasil analisis. Dengan demikian, data yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Proses Pengembangan dan Tantangan
Pengembangan Rasaya tidak mudah. Chavel mengaku bahwa tantangan terbesar berada pada aspek machine learning, terutama saat memastikan algoritma bekerja secara akurat.
“Selama empat bulan pengerjaan, saya menghabiskan tiga bulan hanya untuk merancang machine learning dengan jumlah revisi yang tidak terhitung,” ujar Chavel.
Meski begitu, ia bersyukur dapat melewati tantangan tersebut dengan baik. Setelah dipresentasikan dalam sidang akhir, sistem ini kini masih dalam tahap pengembangan lanjutan.
Potensi Manfaat untuk Sekolah dan Masyarakat
Hasil analisis dari Rasaya dapat dimanfaatkan oleh wali kelas maupun guru BK sebagai dasar dalam menentukan langkah pendampingan dan konseling. Dengan begitu, proses pemantauan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih terstruktur, efisien, dan berkelanjutan.
Chavel berharap sistem ini dapat digunakan secara luas, baik oleh sekolah, siswa, guru, maupun orang tua. “Saya sangat ingin Rasaya ini dapat membantu banyak pihak secara tidak langsung,” tambahnya.
Dengan adanya inovasi seperti Rasaya, diharapkan masalah kesehatan mental siswa dapat lebih cepat terdeteksi dan ditangani sebelum menjadi lebih serius.***

>

Saat ini belum ada komentar