TNI Tanam 5.000 Pohon di Trenggalek, Aksi Nyata Menuju Net Zero Carbon 2045
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 43 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – TNI melalui satuan teritorial Kodim 0806/Trenggalek terus memperkuat komitmennya dalam mendukung penghijauan hutan melalui gerakan penanaman 5.000 pohon di kawasan Gunung Secang, Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Trenggalek Net Zero Carbon yang diinisiasi RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Gerakan penghijauan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek dr. Saeroni, M.M.R.S, Danramil 0806/02 Pogalan Lettu Cke Suroso, Kepala Desa Pogalan Suparni, hingga unsur keamanan dan masyarakat. Hadir pula Bhabinkamtibmas Desa Pogalan Aipda Sirod, perwakilan Perhutani, Dinas PKPLH Trenggalek, pelaku usaha, organisasi Persit, serta warga Dusun Secang.
Danramil 0806/02 Pogalan Lettu Suroso menegaskan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan. Ia menyebutkan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjadikan Trenggalek sebagai kabupaten dengan nol emisi karbon pada 2045.
“Penghijauan ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu, kami memilih jenis tanaman produktif agar ke depan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga, tanpa mengabaikan keseimbangan dan kelestarian ekosistem hutan,” ujar Lettu Suroso.
Di lokasi kegiatan, terlihat kekompakan antara personel TNI, instansi terkait, dan masyarakat saat melakukan penanaman di lereng Gunung Secang. Meski medan cukup menantang, semangat gotong royong tetap terjaga dalam menanam dan menata bibit pohon secara terstruktur.
Jenis bibit yang ditanam antara lain sukun, sirsak, bambu, bendo, klengkeng, alpukat, jeruk purut, jambu mete, serta rumput vetiver. Tanaman tersebut dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis, termasuk dalam menjaga kestabilan tanah dan mencegah erosi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi faktor kunci dalam mencapai target Net Zero Carbon sekaligus menjaga keberlanjutan hutan sebagai aset penting bagi masa depan.(dk/tgh)
- Penulis: Teguh Priyono

>
>