DPRD Surabaya Dukung WFH ASN, Minta Pengawasan Ketat dan Target Jelas
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 48 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebersamaan Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko dan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Cak YeBe)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, merespons kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terkait penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat. Ia menilai kebijakan WFH ASN tersebut layak didukung selama implementasinya terukur dan memiliki tujuan yang jelas.
DPRD Dukung dengan Catatan Implementasi
Politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu menyatakan dukungannya terhadap kebijakan WFH, terlebih jika sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
“Kami pada prinsipnya mendukung kebijakan WFH setiap Jumat karena sejalan dengan kebijakan pusat, tetapi implementasinya harus benar-benar terukur dan terarah,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Tekankan Pentingnya Monitoring Kinerja ASN
Cak Yebe menegaskan bahwa pelaksanaan WFH harus disertai sistem monitoring yang kuat di setiap perangkat daerah. Hal ini penting untuk memastikan kinerja ASN tetap optimal.
“Program WFH ini harus dijalankan dengan sistem monitoring yang tepat oleh setiap perangkat dinas, sehingga kinerja ASN tetap terjaga dan tidak hanya formalitas saja,” katanya.
Target Penghematan Energi Harus Terukur
Menurutnya, kebijakan WFH tidak boleh hanya berfokus pada efisiensi anggaran operasional. Lebih dari itu, kebijakan ini harus memberikan dampak nyata terhadap pengurangan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
“Targetnya harus jelas, salah satunya bagaimana kebijakan ini bisa benar-benar mengurangi konsumsi BBM hingga 20 persen, bukan hanya efisiensi di atas kertas,” jelasnya.
Dorong ASN Gunakan Transportasi Publik
Selain WFH, ia juga menanggapi wacana penggunaan transportasi publik bagi ASN. Menurutnya, langkah ini dapat menjadi solusi konkret dalam mendukung efisiensi energi sekaligus meningkatkan penggunaan angkutan umum di Surabaya.
“Wacana penggunaan transportasi publik oleh ASN, meskipun hanya satu hari dalam seminggu, bisa menjadi solusi untuk penghematan BBM sekaligus momentum meningkatkan penggunaan transportasi publik di Surabaya,” tuturnya.
Transportasi Publik Harus Aman dan Nyaman
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan transportasi publik harus didukung dengan kualitas layanan yang memadai. Aspek keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu menjadi faktor penting agar kebijakan ini berjalan efektif.
“Hal ini harus didukung dengan jaminan keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu layanan, sehingga ASN dan masyarakat merasa yakin untuk beralih ke transportasi publik,” tegasnya.
WFH ASN: Pelayanan Publik Tetap Prioritas
Cak Yebe juga menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terganggu akibat penerapan WFH. Ia meminta agar skema kerja diatur dengan baik agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Pelayanan publik tidak boleh terganggu. Ini yang harus menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” pungkasnya.***

>
>
>
>