IPB University Perkuat Kepemimpinan Maritim dan Pangan Nasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – IPB University, salah satu institusi pendidikan tinggi unggulan di Indonesia, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang berkompeten di bidang maritim dan sistem pangan nasional. Dalam beberapa bulan terakhir, universitas ini telah mengambil peran penting dalam menyelenggarakan acara internasional serta meluncurkan program beasiswa khusus untuk mahasiswa dari negara-negara Global South.
Program Beasiswa Maritim untuk Negara Global South
IPB University menjadi tuan rumah ajang South-South Ocean Accounting Exchange 2026, sebuah forum dialog lintas negara yang fokus pada isu-isu pengelolaan laut. Acara ini diselenggarakan di IPB International Convention Center, Bogor, pada 30–31 Maret 2026. Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menjelaskan bahwa universitas ini memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik dari negara-negara Global South untuk mendalami tata kelola maritim melalui skema beasiswa khusus.
Program tersebut mencakup fasilitas bagi lima mahasiswa magister dan lima mahasiswa doktoral melalui GOAP Fellowship, yang fokus pada penelitian tantangan tata kelola laut di masa depan. “IPB University saat ini dipercaya menjadi tuan rumah South-South Ocean Accounting Exchange 2026 dan memfasilitasi sepuluh penerima beasiswa yang mendedikasikan penelitian mereka untuk menjawab tantangan tata kelola laut,” ujar Alim Setiawan Slamet.
Menurut Alim, ocean accounting adalah instrumen strategis yang menghubungkan ekosistem laut dengan aktivitas ekonomi agar pemanfaatan sumber daya tetap selaras dengan daya dukung lingkungan. “Kita perlu membangun sistem yang lebih adil dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya laut,” tambahnya.***
Sistem Pangan Nasional yang Terintegrasi
Selain fokus pada maritim, IPB University juga aktif dalam membahas isu-isu pangan nasional. Profesor Bayu Krisnamurthi, pakar pertanian dari IPB University, menyoroti pentingnya sistem pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir untuk menjaga pasokan tetap aman dan terjangkau. “Sistem tersebut mencakup berbagai elemen mulai dari ketersediaan benih berkualitas, proses budidaya, distribusi logistik, hingga akses harga bagi konsumen di tingkat rumah tangga,” jelas Bayu.
Tantangan utama menurut Bayu adalah mengubah cara pikir dari sektoral yang terkotak-kotak menjadi satu kesatuan sistem. “Kita perlu mengembangkan pendekatan yang lebih holistik dan kolaboratif dalam pengelolaan pangan,” ujarnya.
Indeks Kesejahteraan Petani sebagai Indikator Penting
Pencantuman Indeks Kesejahteraan Petani (IKP) sebagai indikator kinerja dalam APBN 2026 dinilai sangat relevan oleh para ahli. IKP dinilai lebih komprehensif dibanding Nilai Tukar Petani (NTP) karena menangkap sifat multidimensi kesejahteraan melalui 21 variabel yang berbeda. “Ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa kebijakan pangan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani,” kata Bayu.
Peran sektor swasta juga dianggap krusial dalam menyediakan teknologi yang adaptif terhadap perubahan iklim bagi para petani lokal. Corporate Secretary PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Faisal Reza, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dalam pengembangan varietas unggul demi penguatan sistem pangan nasional.
Keterlibatan Sektor Swasta dalam Penguatan Pangan
Selain perusahaan benih, sektor swasta lainnya seperti perusahaan logistik dan teknologi pertanian juga memiliki peran penting dalam mendukung sistem pangan nasional. “Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, kita dapat menciptakan sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Faisal.
IPB University terus berkomitmen untuk menjadi pusat inovasi dan pembelajaran dalam bidang maritim dan pangan. Melalui berbagai program dan kerja sama internasional, universitas ini menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar