Persaingan Pasar Mobil Listrik di Indonesia Memanas, Jaecoo Mulai Melangkah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar mobil listrik di Indonesia kian memanas seiring dengan meningkatnya permintaan dan munculnya merek baru yang berkompetisi ketat. Pada Februari 2026, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil listrik BEV mencapai 12.272 unit, meningkat signifikan dari 5.203 unit pada Februari 2025. Angka ini menunjukkan tren positif yang menggembirakan bagi industri kendaraan listrik.
Penjualan Mencatat Kenaikan Signifikan
Penjualan mobil listrik pada bulan Februari 2026 juga mengalami kenaikan sebesar 19,8% dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebanyak 10.236 unit. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin tinggi. Berdasarkan data tersebut, BYD masih menjadi pemimpin pasar dengan penjualan sebesar 4.653 unit. Model-model seperti Atto 1, Atto 3, M6, Sealion 7, Seal, dan Dolphin turut mendukung pertumbuhan penjualan BYD.
Selain itu, BYD sedang mempersiapkan pengoperasian fasilitas produksi mobil listrik di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas terpasang hingga 150.000 unit per tahun. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing BYD di pasar mobil listrik nasional.
Jaecoo Menjadi Ancaman Serius
Di sisi lain, Jaecoo, yang dinaungi oleh Grup Chery, mulai menantang dominasi BYD. Pada Februari 2026, Jaecoo berhasil mencatatkan penjualan sebesar 2.926 unit, didorong oleh model Jaecoo J5 EV. Model ini diluncurkan dengan harga mulai dari Rp249,9 juta, menawarkan fitur canggih dan desain yang menarik.
Selain Jaecoo, merek-merek seperti Wuling, Geely, Aion, Denza, dan Xpeng juga tetap aktif dalam persaingan pasar mobil listrik. Wuling mencatatkan penjualan sebesar 1.124 unit, sedangkan Geely mencapai 1.111 unit. Aion dan Denza masing-masing mencatatkan 921 dan 270 unit. Sementara itu, Xpeng berhasil menjual 219 unit.
Perubahan Kebijakan Pemerintah
Perlu diketahui bahwa penjualan mobil listrik pada tahun ini menandai babak baru tanpa adanya dukungan insentif dari pemerintah. Fasilitas insentif impor kendaraan listrik utuh (CBU) telah berakhir pada 31 Desember 2025. Dengan demikian, produsen kendaraan listrik diwajibkan untuk merealisasikan komitmen produksi lokal dengan skema 1:1 sesuai peta jalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Kewajiban ini mencakup kesetaraan spesifikasi teknis, termasuk daya motor listrik dan kapasitas baterai. Jika komitmen tersebut tidak dipenuhi, pemerintah berhak mencairkan bank garansi sebagai sanksinya.
Tren Penjualan Bulanan dan Tahunan
Selama dua bulan pertama tahun 2026, penjualan mobil wholesales tembus 147.631 unit, naik 9,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 134.299 unit. Di sisi lain, penjualan mobil secara ritel pada Januari-Februari 2026 mencapai 145.228 unit, meningkat 8,45% dibandingkan tahun sebelumnya.
Daftar 10 Merek Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Februari 2026
Berikut adalah daftar 10 merek mobil listrik terlaris di Indonesia pada Februari 2026:
- BYD: 4.653 unit
- Jaecoo: 2.926 unit
- Wuling: 1.124 unit
- Geely: 1.111 unit
- Aion: 921 unit
- Denza: 270 unit
- Xpeng: 219 unit
- Chery: 179 unit
- Changan: 130 unit
- VinFast: 121 unit
Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia semakin ketat dengan hadirnya merek baru seperti Jaecoo yang siap melawan dominasi BYD. Dengan peningkatan penjualan dan kebijakan pemerintah yang lebih ketat, produsen kendaraan listrik harus lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan ini. Tren ini menunjukkan bahwa mobil listrik akan menjadi bagian penting dari industri otomotif di masa depan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar