Kondisi Persis Solo yang Terpuruk dan Ancaman Degradasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persis Solo kini berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan. Tim asuhan Milomir Seslija terpuruk di posisi ke-16 dengan hanya 27 poin dari 31 pertandingan yang telah dijalani. Kekalahan telak dari Malut United dengan skor 5-2 menjadi pukulan berat bagi Laskar Sambernyawa. Pertandingan tersebut memperlihatkan lemahnya koordinasi lini belakang mereka, terutama saat menghadapi situasi bola mati.
Pada laga tersebut, Persis Solo sempat unggul lebih dulu melalui gol Bruno Gomes pada menit ke-14. Namun, keunggulan itu langsung buyar setelah David Da Silva mencetak trigol pada menit ke-19, 39, dan 45+2. Tidak berhenti di situ, Malut United kembali menambah dua gol lewat N. Junior di menit ke-50 dan Yakob Sayuri di menit ke-69. Hanya Arkhan Kaka yang berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-78.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai tim sebenarnya tampil cukup baik pada awal pertandingan, namun kehilangan fokus setelah lawan berhasil membalikkan keadaan. “Kita sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Kita bahkan mencuri keunggulan tapi kita tadi cukup ceroboh di lini pertahanan dengan membiarkan ada beberapa kesempatan lawan,” ujarnya.
Masalah Serius di Sektor Pertahanan
Kelemahan utama Persis Solo terletak pada sektor pertahanan. Empat dari lima gol yang bersarang ke gawang mereka berasal dari situasi bola mati yang gagal diantisipasi dengan baik oleh para pemain belakang. Hal ini menjadi alarm bagi pelatih Milomir Seslija, yang secara terbuka mengkritik buruknya antisipasi anak asuhnya ketika menghadapi set piece lawan.
“Kita kebobolan empat gol dari tendangan sudut dan kita melakukan reaksi yang salah untuk bisa merespon dan hanya menghasilkan dua gol dari kesempatan yang tidak terlalu banyak. Dan setelah gol dari Malut, mungkin ada merasa mental pemain turun,” katanya.
Pernyataan Milo menunjukkan bahwa sektor pertahanan Persis Solo sedang dalam masalah serius. Padahal, mereka kini harus menghadapi Persebaya Surabaya yang sedang tajam dan memiliki kepercayaan diri tinggi. Dengan kondisi seperti ini, Persis Solo butuh perbaikan segera agar tidak terus terpuruk.
Persebaya Surabaya Datang dengan Performa Menakutkan
Di sisi lain, Persebaya Surabaya datang ke markas Persis Solo dengan modal tiga clean sheet beruntun jelang laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (9/5/2026). Performa apik mereka membuat Green Force berada di atas angin, sementara Persis Solo justru dihantui ancaman degradasi.
Tim asuhan Paul Munster sukses meraih kemenangan meyakinkan atas Malut United 2-0, membantai Arema FC 4-0, hingga menghajar PSBS Biak 4-0. Catatan tersebut membuat lini pertahanan Persebaya Surabaya jadi sorotan utama. Dalam tiga pertandingan terakhir, Green Force sama sekali tidak memberi ruang lawan untuk mencetak gol.
Tekanan Besar bagi Persis Solo
Melihat kondisi kedua tim, Persebaya Surabaya jelas lebih diunggulkan dalam laga nanti. Green Force datang dengan pertahanan solid, lini depan tajam, dan mental bertanding yang sedang tinggi. Sebaliknya, Persis Solo sedang dibayangi tekanan besar karena wajib menang demi keluar dari ancaman degradasi.
Dengan koleksi 27 poin dari 31 pertandingan, Persis Solo kini tertahan di peringkat ke-16. Mereka harus bersaing ketat dengan tim-tim papan bawah lain untuk menyelamatkan diri dari turun kasta. Tekanan besar juga akan dirasakan para pemain Persis Solo saat menghadapi Persebaya Surabaya.***

>
>

Saat ini belum ada komentar