Infrastruktur Kepulauan Sumenep Terabaikan, PWRI Jatim Desak Pemerintah Bertindak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 15 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPD PWRI Jawa Timur, Moh Ridwan Sutarjo
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ketua DPD PWRI Jawa Timur, Moh Ridwan Sutarjo, menyoroti kondisi infrastruktur di kepulauan Kabupaten Sumenep yang masih tertinggal.
Warga di Raas, Sapudi, Masalembu, Sapeken, dan Kangean mengeluhkan jalan rusak dan minimnya penerangan listrik, sementara pemerintah provinsi dinilai belum memberikan perhatian yang memadai.
Ridwan menjelaskan, jalan di kelima wilayah kepulauan itu semakin parah saat musim hujan. Banyak ruas jalan berlubang berubah menjadi kubangan lumpur sehingga menghambat mobilitas warga dan akses anak-anak ke sekolah.
“Anak-anak dan guru harus berjuang melewati jalan berlubang hanya untuk belajar. Hal ini jelas menunjukkan ketimpangan pembangunan yang serius,” ujar Ridwan, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, pemerintah provinsi Jawa Timur lebih fokus pada pembangunan di kota-kota besar daratan dan pembagian bantuan sosial, sementara masyarakat kepulauan seolah diabaikan.
“Warga daratan dapat bansos dan pasar murah, tapi masyarakat kepulauan tetap tertinggal. Ini jelas bentuk marginalisasi struktural,” tegas Ridwan.
Hasil investigasi PWRI menunjukkan bahwa sejak tahun anggaran 2012, kelima kepulauan tersebut tidak pernah menerima bantuan keuangan (BK) dari pemerintah provinsi untuk perbaikan jalan maupun penerangan listrik.
Ridwan menekankan, kondisi ini membuat masyarakat kepulauan merasa diabaikan dan dirugikan.
Pemerintah provinsi harus segera menindaklanjuti pembangunan infrastruktur di kepulauan agar warga mendapat fasilitas layak dan setara dengan daratan,” tambah Ridwan.
Masyarakat kepulauan Sumenep berharap sorotan PWRI Jatim ini memacu pemerintah provinsi untuk bertindak cepat dan menyeimbangkan pembangunan, sehingga ketimpangan infrastruktur tidak lagi menjadi masalah. (Dk/nins)

>
>
>
