Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Pemdes Lama Disorot Warga, “Bongkar“ Kos di Atas Tanah Kas Desa Damarsi Sidoarjo 

Pemdes Lama Disorot Warga, “Bongkar“ Kos di Atas Tanah Kas Desa Damarsi Sidoarjo 

  • account_circle Adis
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Persoalan Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, semakin memanas. Aset desa yang seharusnya menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) diduga dimanfaatkan tanpa memberikan kontribusi bagi desa. Polemik ini kini juga menyeret kebijakan pemerintah desa lama yang menjadi sorotan warga.

Sorotan warga menguat setelah muncul bangunan kos-kosan yang berdiri di atas lahan TKD. Warga menilai keberadaan bangunan tersebut tidak semestinya ada di atas aset desa dan meminta agar bangunan itu segera diratakan demi mengembalikan fungsi tanah kas desa.

Seperti diketahui, Desa Damarsi sebelumnya dipimpin oleh Kepala Desa Musollin pada periode 2012–2018. Setelah itu, jabatan kepala desa dilanjutkan oleh Miftahul Anwaruddin untuk periode 2018–2026. Kebijakan pada masa pemerintahan desa sebelumnya kini turut dipertanyakan warga terkait pengelolaan aset desa tersebut.

Persoalan ini berkaitan dengan lahan TKD seluas sekitar 3.500 meter persegi yang saat ini disebut telah dimanfaatkan menjadi bangunan rumah kos, seperti yang di ketahui  bangunan kos Tersebut sejak akhir Oktober 2023 silam. Kondisi itu memunculkan pertanyaan warga mengenai status dan legalitas pemanfaatan tanah kas desa tersebut.

Mantan anggota BPD Damarsi, M. Ali Subhan (54), menjelaskan bahwa akar persoalan bermula sejak tahun 2004 ketika lahan tersebut diserahkan kepada desa sebagai aset TKD.

“Masalah mulai muncul saat pengembang PT Jaya Tera Group membebaskan lahan sekitar 1,5 hektare yang berdekatan dengan TKD. Pada pembangunan tahap kedua tahun 2016, mereka membangun di sisi barat hingga membuat posisi tanah kas desa terjepit,” jelas Ali Subhan, Kamis (11/3).

Menurutnya, pemerintah desa saat itu seharusnya dapat mengambil langkah pencegahan agar aset desa tidak terdampak pembangunan perumahan.

“Saya menduga sejak 2017 sudah ada skenario tukar guling (ruislag) dengan alasan lahan terjepit. Padahal kondisi itu sebenarnya bisa dihindari jika sejak awal aset desa dijaga dengan baik,” tambahnya.

Selain itu, rencana tukar guling tersebut juga tidak berjalan mulus. Pemilik lahan pengganti yang disebut bernama Haji Ayugan dikabarkan membatalkan kesepakatan sekitar tahun 2023 sehingga persoalan TKD hingga kini belum menemukan titik terang.

Tokoh masyarakat Damarsi, Hasan Hadi (50), juga menyoroti kerugian desa. Ia menyebut pengembang telah memanfaatkan akses jalan yang melintasi TKD untuk pembangunan perumahan tanpa memberikan kompensasi kepada desa.

“Seluruh akses jalan pembangunan tahap dua melewati tanah TKD. Namun sampai sekarang PT Jaya Tera Group tidak memberikan kontribusi apa pun kepada desa. Ini jelas merugikan warga karena aset desa dimanfaatkan secara sepihak,” tegasnya.

Ia menambahkan, warga melalui Musyawarah Desa (Musdes) juga telah merekomendasikan agar bangunan kos yang berdiri di atas tanah kas desa segera dibongkar.

“Warga meminta bangunan kos di atas tanah kas desa diratakan agar fungsi aset desa bisa kembali seperti semula dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” ujarnya.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Desa Damarsi, Miftahul Anwaruddin, menyatakan pihaknya berkomitmen menyelamatkan aset desa. Ia mengakui koordinasi dengan pihak pengembang kerap menemui jalan buntu karena mereka selalu berpegang pada izin lama.

“Pengembang selalu beralasan izin mereka sudah lengkap sejak dulu. Tapi kenyataannya tanah kas desa kita terhimpit dan PADes dari sektor itu tidak berjalan,” kata Udin.

Ia menegaskan pemerintah desa akan mengikuti rekomendasi warga dan BPD, termasuk menertibkan bangunan yang berdiri di atas TKD serta menempuh jalur hukum jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

“Hasil rapat sudah jelas. Jika tidak ada penyelesaian atau kompensasi sesuai aturan, kami siap menempuh langkah hukum dan menertibkan bangunan di atas tanah kas desa agar aset desa kembali bermanfaat bagi warga Damarsi,” pungkasnya.(Zack)

  • Penulis: Adis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Nganjuk

    Tim Khusus Usut Dugaan Perampokan di Nganjuk

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 367
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim Reskrim Polres Nganjuk sedang berupaya mengungkap dugaan kasus pencurian yang terjadi di Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Tim khusus dibentuk guna menangani kasus ini. Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca menyampaikan bahwa kasus perampokan yang terjadi di Desa Klurahan masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Ia menegaskan, pihaknya […]

  • Pesonanya Bali Pulau Terindah Ketiga di Dunia

    Pesonanya Bali Pulau Terindah Ketiga di Dunia

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Diagram Kota Denpasar – Pulau Bali, yang terletak di bagian tengah dari Kepulauan Indonesia, telah mempertahankan pesonanya dan meraih penghargaan sebagai pulau terbaik ketiga di dunia oleh Travel + Leisure Magazine. Majalah perjalanan wisata Amerika Serikat ini menilai pantai-pantai yang masih alami dan air yang jernih di Bali, menjadikannya tempat yang sempurna untuk relaksasi dan […]

  • KPK Soroti APBD KBB Didominasi Belanja Pegawai Rp3,5 Triliun, Jeje Beri Penjelasan

    KPK Soroti APBD KBB Didominasi Belanja Pegawai Rp3,5 Triliun, Jeje Beri Penjelasan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 233
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM —Badan Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan acara Sosialisasi Panduan Penilaian Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa (28/10/2025). Acara ini dihadiri oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Asep Ismail, serta seluruh kepala perangkat daerah, inspektorat, dan pejabat struktural di lingkungan Pemkab […]

  • Kemensos Usulkan 40 Nama Pahlawan Nasional: Ada Soeharto, Gus Dur, hingga Marsinah

    Kemensos Usulkan 40 Nama Pahlawan Nasional: Ada Soeharto, Gus Dur, hingga Marsinah

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 334
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Kementerian Sosial mengusulkan sebanyak 40 nama tokoh untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan berkas usulan tersebut kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa siang. “Usulan ini berupa nama-nama yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir. Ada yang […]

  • Persebaya Surabaya menutup musim BRI Super League 2025/2026, Konsistensi jadi Pekerjaan Rumah

    Persebaya Surabaya menutup musim BRI Super League 2025/2026, Konsistensi jadi Pekerjaan Rumah

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 76
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya menutup musim BRI Super League 2025/2026 dengan posisi keempat klasemen akhir. Tim asal Jawa Timur ini mengumpulkan 58 poin dari 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan delapan kekalahan. Meski finis di empat besar, selisih poin dengan tim papan atas masih cukup jauh. Persija Jakarta yang berada di posisi ketiga mengoleksi 71 poin, […]

  • Danrem Untoro Tinjau 2 Lokasi Pembangunan KDKMP di Ngawi

    Danrem Untoro Tinjau 2 Lokasi Pembangunan KDKMP di Ngawi

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 168
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto meninjau sejumlah lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ngawi, Jumat (2/1/2026). Peninjauan diawali di KDKMP Desa Tempuran, Kecamatan Paron, kemudian dilanjutkan ke KDKMP Desa Klitik, Kecamatan Geneng. Pamen TNI AD tersebut menjelaskan bahwa puluhan prajurit dikerahkan untuk mendukung pembangunan KDKMP di Desa Tempuran. “Sebanyak […]

expand_less