Komisi B DPRD Surabaya: Penyebab Pasar Murah Tidak Efektif dan Solusi yang Diperlukan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar murah sering kali dianggap sebagai program bantuan sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang hari raya. Namun, dalam praktiknya, beberapa tantangan muncul yang mengurangi efektivitas program ini. Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono (Buleks), menyampaikan pentingnya pengawasan yang ketat agar pasar murah benar-benar bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Pengawasan Lapangan yang Lemah
Salah satu masalah utama yang ditemukan adalah pengawasan lapangan yang kurang optimal. Program pasar murah rawan tidak tepat sasaran jika tidak ada mekanisme pengawasan yang kuat. Buleks menekankan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa semua pembeli benar-benar sesuai dengan kriteria penerima manfaat. Ia menyoroti adanya potensi antrean ganda, di mana satu orang bisa membeli lebih dari sekali atau bahkan menyuruh orang lain membeli sembako.
Kebijakan Harga yang Tidak Sesuai
Selain itu, Buleks juga mengkritik jika komoditas yang dijual justru berlabel premium dengan harga relatif tinggi. Hal ini berpotensi menarik pembeli dari kalangan mampu, sehingga pasar murah menjadi ajang belanja bagi mereka yang sebenarnya tidak membutuhkan. Menurutnya, jika beras yang dijual bersifat premium dan mahal, maka itu bukan lagi pasar murah. Justru, hal ini bisa membuat program tersebut tidak tepat sasaran.
Pentingnya Kontrol Harga Setelah Lebaran
Setelah Lebaran, stabilitas harga juga perlu dipertahankan. Buleks menyarankan agar pemerintah melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, bagian perekonomian, hingga BUMD untuk memastikan harga tetap stabil. Ini penting agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok tanpa harus menghadapi kenaikan harga yang tidak wajar.
Pengawasan Terhadap Takaran dan Kualitas Produk
Selain itu, pengawasan terhadap takaran dan kualitas produk yang dijual juga perlu diperkuat. Buleks menilai bahwa kualitas barang yang disediakan harus sesuai dengan standar yang ditetapkan. Jika kualitas buruk, maka program pasar murah akan dianggap tidak layak dan tidak dapat memberikan manfaat yang maksimal.
Peran Pemerintah dalam Memastikan Kepuasan Masyarakat
Pemerintah Kota Surabaya diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antara berbagai instansi terkait guna memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan secara transparan dan akuntabel. Dengan adanya pengawasan yang ketat, program ini bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memahami cara mengakses program ini secara benar.
Program pasar murah merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Dengan langkah-langkah yang tepat, pasar murah bisa menjadi sarana efektif untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama saat menjelang hari raya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar