Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Penghasilan Nikita Mirzani sebagai Brand Ambassador Terungkap dalam Sidang

Penghasilan Nikita Mirzani sebagai Brand Ambassador Terungkap dalam Sidang

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Nikita Mirzani, yang telah ditahan sejak Ramadhan 2025, kini sudah setahun hidup di balik jeruji besi. Selama masa penahanan ini, ia tidak bisa melanjutkan tawaran kerja yang sebelumnya sering diterimanya. Hal ini menyebabkan kerugian besar bagi kliennya, menurut kuasa hukum Nikita, Galih Rakasiwi.

Galih menjelaskan bahwa kerugian yang dialami oleh Nikita sangat besar. Ia mengatakan bahwa penghasilan dari posisi sebagai brand ambassador saja mencapai 4 miliar per tahun. Belum lagi kontrak harian atau bulanan yang juga terhenti selama masa penahanan.

“Untuk total kerugian ya kalau dihitung luar biasa ya. Secara bukti-bukti yang kami hadirkan kemarin itu, pada saat pembuktian daripada para pengguggat itu ada beberapa penghasilan yang pernah disampaikan pleh rekan kami sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Galih, angka tersebut bukan sekadar asumsi. Pihaknya telah menghadirkan sejumlah bukti dalam persidangan. Ia menegaskan bahwa penghasilan sebagai brand ambassador hanya salah satu sumber pemasukan Nikita. Masih ada kontrak harian maupun bulanan yang turut terhenti selama ia berada di tahanan.

“Untuk kerugian-kerugian tadi jika di taksir bisa jadi lebih dari 200 Miliar. Tapi kan kita fokus pada gugatan kita itu sesuai dengan apa yang kami gugat. Jadi istilahnya kami yang menggugat, kami yang membuktikan,” tuturnya.

Galih juga menyoroti nilai waktu kerja kliennya yang menurutnya sangat berharga. Bahkan pekerjaan berdurasi singkat pun memiliki nilai ekonomi yang besar.

“Walaupun dia ada pekerjaan 1 jam, itu kan berharga bagi beliau. Nah yang perlu saya garis bawahi yang dirugikan disini sebenarnya tuh siapa,” jelasnya.

Ia kemudian menanggapi klaim pihak Reza Gladys yang menyebut mengalami kerugian jauh lebih besar. Pernyataan tersebut dinilai perlu dibuktikan secara konkret di pengadilan.

“Merekan kan recompense katanya rugi, rugi sampai dengan 300 Miliar. Buktikan dong 300 miliar itu,” lanjutnya.

Galih menekankan bahwa fakta yang terlihat saat ini justru menunjukkan kliennya berada dalam posisi dirugikan. Kondisi penahanan membuat Nikita tidak dapat menjalankan aktivitas profesionalnya.

“Nah sementara yang dirugikan disini kan klien kami, sudah jelaskan. Masyarakat Indonesia juga sudah liat, klien kami sekarang ini kan ada ditahanan,” ucapnya.

Ia menyebut kerugian bukan hanya soal angka besar, tetapi juga potensi penghasilan yang hilang setiap hari. Menurutnya, publik dapat menilai sendiri besarnya dampak tersebut.

“Rugi tidak bisa menghasilkan, jika dinilai dengan penghasilannya sehari saja kan luar biasa. Itu bisa dinilai masing-masing aja seperti itu,” pungkasnya.

Reza Gladys Diminta Tak Hadir Sidang

Kuasa hukum Reza Gladys dan suaminya, Attaubah Mufid, yakni Julianus Sembiring, hingga kini belum mengizinkan kliennya hadir dalam sidang perkara yang melibatkan mereka dengan Nikita Mirzani. Keputusan tersebut disebut bukan tanpa alasan.

Julianus menjelaskan bahwa kehadiran klien di persidangan perlu dipertimbangkan secara matang. Ia menilai situasi yang berkembang saat ini masih sangat sensitif.

“Tentunya dalam hukum acara, kamilah yang akan menghadiri proses persidangan. Nah, kemudian kalau Dokter Reza Gladys klien kami dan dokter Attaubah Mufid tentu dia ingin hadir dalam persidangan ini,” ujar Julianus Sembiring.

Menurutnya, secara pribadi kliennya memiliki keinginan untuk datang langsung ke persidangan. Namun tim kuasa hukum masih menahan langkah tersebut demi kebaikan bersama.

“Tetapi kami masih tidak memberikan izin karena ini akan menjadi satu hal-hal yang tidak baik karena ini kan menjadi satu pusat perhatian,” katanya.

Ia menilai kehadiran klien justru berpotensi memunculkan spekulasi baru di tengah publik. Hal itu dikhawatirkan akan memperkeruh suasana persidangan.

“Nanti datang klien kami ke pengadilan dibilang menyuap-nyuap, dibilang ada apa-apa gitu ya. Nah tapi kalau misalkan ini tidak menjadi hal-hal yang selalu didramatisir seperti film India, ya kami akan izinkan,” ungkapnya.

Julianus menyinggung adanya potensi dramatisasi yang berlebihan dalam perkara tersebut. Ia berharap proses hukum dapat berjalan tanpa framing negatif.

“Ini kan susah, kadang di-setting sana di-setting di sini, klien kami dengan niat baik diarahkan tidak ada isu-isu yang tidak benar, jadi kami tidak izinkan untuk hadir di persidangan,” tuturnya.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan SPPG Fiktif dalam Program Makan Gratis Jadi Sorotan DPR RI

    Ribuan SPPG Fiktif dalam Program Makan Gratis Jadi Sorotan DPR RI

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Masalah dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin, mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyoroti beberapa permasalahan yang muncul, termasuk adanya indikasi keberadaan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak nyata. Salah satu temuan […]

  • Polres Sumenep Ungkap Kasus Dugaan Penipuan Travel Umrah, Kerugian Capai Rp 2,1 Miliar

    Polres Sumenep Ungkap Kasus Dugaan Penipuan Travel Umrah, Kerugian Capai Rp 2,1 Miliar

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 296
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Sumenep Polda Jatim mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang melibatkan biro perjalanan. Tersangka berinisial AMB kini telah ditahan setelah diduga menipu 60 calon jemaah umrah Masjid Al-Falah dengan total kerugian dari para korban mencapai Rp 2,1 miliar. Kapolres Sumenep Akbp Rivanda.,S.I.K, menyatakan bahwa tersangka AMB diduga berpura-pura sebagai penyelenggara […]

  • Pentingnya NISN dalam Proses Administrasi Alumni

    Pentingnya NISN dalam Proses Administrasi Alumni

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) adalah identitas unik yang diberikan kepada setiap peserta didik selama masa pendidikan. Meskipun NISN tergolong sebagai nomor sementara, namun bagi alumni, nomor ini menjadi salah satu aspek penting dalam berbagai proses administrasi. NISN digunakan untuk verifikasi data pendidikan, pendaftaran perguruan tinggi, hingga pengajuan beasiswa dan rekrutmen CPNS. Ketika […]

  • Komitmen Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatra, Polri Targetkan Bangun 569 Sumur Bor, 249 Titik Telah Terealisasi

    Komitmen Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatra, Polri Targetkan Bangun 569 Sumur Bor, 249 Titik Telah Terealisasi

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 60
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polri melalui Divisi Humas terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, salah satunya melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Hingga hari ini, pembangunan sumur bor direncanakan pada 569 titik di tiga provinsi, dengan 249 titik telah terealisasi, terdiri atas 236 titik aktif dan 13 titik masih dalam proses pembangunan. Karopenmas […]

  • Rekam jejak sejarah September dalam lintasan sejarah

    Rahasia Rekam Jejak Sejarah 25 Oktober, Peritiwa Berpengaruh Dari Berbagai Belahan Dunia

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 386
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rekam jejak sejarah hari ini tanggal 25 Oktober. Apa saja yang telah terjadi? Pada tanggal tersebut memiliki jejak sejarah yang penting di berbagai belahan dunia. Sejumlah peristiwa berpengaruh dari bidang militer, sains, hingga politik telah terjadi pada hari ini. Berikut adalah beberapa peristiwa bersejarah yang menggugah perubahan global pada 25 Oktober: Inilah Rekam Jejak: 1. […]

  • Virus Nipah, Thailand , Protokol Kesehatan ,Bandara

    Ancaman Virus Nipah, Thailand Perketat Protokol Kesehatan di Bandara

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Thailand kembali memperkuat langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit setelah menemukan kasus virus Nipah di wilayah Benggala Barat, India. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan adanya infeksi virus tersebut di Thailand, tindakan pencegahan diperlukan karena tingkat kematian yang sangat tinggi dan tidak adanya vaksin atau obat spesifik untuk mengatasinya. Penyebab Peningkatan Langkah Pencegahan […]

expand_less