Investor Asing Tertarik pada Saham BUMI Meski Harga Turun Drastis
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sorotan dalam perdagangan pasar modal beberapa waktu terakhir. Meskipun mengalami penurunan signifikan, investor asing justru menunjukkan minat yang kuat terhadap saham ini. Hal ini mencerminkan adanya strategi dan pertimbangan khusus di balik pergerakan harga saham BUMI.
Pergerakan Harga Saham BUMI yang Menurun
Pada hari Rabu (4/3/2026), saham BUMI mengalami penurunan sebesar 7,1% dengan harga penutupan di level Rp 234. Angka ini menjadi indikasi bahwa investor lokal cenderung menjual saham BUMI dalam jumlah besar. Namun, di sisi lain, investor asing justru melakukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp 114,6 miliar di pasar reguler. Ini menjadi transaksi beli terbesar dibandingkan saham-saham lainnya.
Sebelumnya, BUMI sering menjadi target aksi jual dari investor asing. Dalam satu minggu terakhir, saham BUMI turun sebanyak 13,3%, sedangkan dalam sebulan terakhir, penurunan mencapai 11,3%. Bahkan, sejak awal tahun hingga saat ini, saham BUMI telah anjlok hingga 36%.
Aktivitas Investor Asing yang Mencolok
Selain BUMI, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga mendapat perhatian dari investor asing dengan net buy sebesar Rp 87,2 miliar. Namun, secara keseluruhan, aktivitas investor asing di pasar modal Indonesia tidak sepenuhnya positif. Pada hari Rabu tersebut, investor asing mencatatkan total net sell sebesar Rp 118 miliar di seluruh pasar BEI.
Total net sell asing sepanjang tahun berjalan mencapai Rp 6,8 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada saham yang diminati, secara keseluruhan, investor asing masih cenderung menjual dalam jumlah besar.
Kondisi Pasar Modal Indonesia
Kondisi pasar modal Indonesia juga mencerminkan ketidakstabilan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam sebesar 362,7 poin atau 4,57% ke level 7.577. Sebanyak 61 saham naik, 767 saham turun, dan 130 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 29,6 triliun.
Meski IHSG mengalami penurunan, para analis pasar mengatakan bahwa situasi ini bisa menjadi peluang bagi investor yang memiliki strategi jangka panjang. Beberapa saham yang sempat turun tajam bisa menjadi target investasi jika kondisi pasar membaik.
Perspektif Investor
Menurut seorang analis pasar, “Meskipun saham BUMI turun drastis, faktor-faktor eksternal seperti fluktuasi harga batubara dan ketidakpastian politik dapat memengaruhi kinerja emiten ini. Namun, investor asing tetap melihat potensi jangka panjang dari BUMI.”
Selain itu, banyak investor yang percaya bahwa BUMI memiliki kemampuan untuk pulih jika kondisi ekonomi makro membaik. Saat ini, fokus utama adalah bagaimana perusahaan mampu menyesuaikan diri dengan dinamika pasar dan menjaga stabilitas operasional.
Potensi Kenaikan Harga Saham
Beberapa ahli pasar menyebutkan bahwa meskipun saat ini saham BUMI mengalami penurunan, ada kemungkinan harga akan kembali meningkat jika ada perbaikan dalam kinerja perusahaan. Beberapa analis bahkan memprediksi bahwa saham ini bisa kembali naik hingga 10-15% dalam beberapa bulan ke depan, tergantung pada perkembangan bisnis dan kondisi pasar.
Pergerakan saham BUMI mencerminkan dinamika pasar modal yang kompleks. Meski mengalami penurunan, investor asing tetap tertarik pada saham ini, menunjukkan bahwa ada harapan untuk kenaikan di masa depan. Bagi investor yang ingin mempertimbangkan BUMI, penting untuk memantau perkembangan perusahaan serta kondisi pasar secara keseluruhan.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar