Gresik Jadi Pusat Kebudayaan Islam, Lomba Al Banjari Remaja Menjadi Momentum Penting
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 23 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota yang kaya akan sumber daya alam dan industri, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan dan seni religius yang kental. Salah satu bentuk ekspresi budaya tersebut adalah Al Banjari, yang merupakan salah satu seni tradisional yang sangat diminati oleh masyarakat setempat. Pada tahun 2026, acara lomba Al Banjari remaja menjadi momen penting dalam memperkuat peran generasi muda dalam melestarikan seni religius.
Acara ini diselenggarakan dalam rangka Festival Ramadan 2026 dan diinisiasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M. Syahrul Munir. Acara ini bertujuan untuk memupuk rasa cinta terhadap budaya lokal dan seni religi di kalangan generasi muda. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemuda untuk menunjukkan bakat mereka sekaligus menjaga kelestarian seni yang sudah ada sejak lama.
Kompetisi yang Menghadirkan Bakat-Bakat Muda
Lomba Al Banjari remaja diikuti oleh puluhan grup dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik. Setiap peserta menampilkan kemampuan mereka dalam membawakan lagu-lagu religius dengan alat musik tradisional seperti rebana, gendang, dan alat-alat lainnya. Penampilan para peserta tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menunjukkan bahwa Gresik memiliki potensi besar dalam menghasilkan talenta-talenta muda yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Juara pertama dalam lomba ini diraih oleh Grup Nawadirul Hikam dari Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik. Penampilan mereka dinilai sangat unggul dalam hal vokal, kekompakan alat musik, serta etika dan adab di atas panggung. Senior grup tersebut, Muhammad Sirajuddin, menyampaikan rasa syukur atas inisiatif Ketua DPRD yang berhasil menghidupkan kembali semangat kompetisi Al Banjari di kalangan remaja.
Peran DPRD dalam Melestarikan Budaya Lokal
Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M. Syahrul Munir, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme peserta dalam lomba ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mencari juara, melainkan upaya untuk membumikan selawat di kalangan remaja. Ia juga berharap agar kompetisi ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun guna terus memotivasi pemuda Gresik dalam berkarya secara positif.
Menurut Syahrul Munir, Gresik memiliki banyak guru dan alat-alat hadrah yang bisa digunakan oleh para pemuda. Namun, partisipasi remaja dalam kompetisi banjari di tingkat Jawa Timur masih minim. Oleh karena itu, inisiatif yang dilakukan oleh DPRD dianggap sangat penting dalam membangkitkan minat dan semangat generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian seni religius.
Prestasi yang Mengukuhkan Kualitas Grup Nawadirul Hikam
Grup Nawadirul Hikam tidak hanya meraih juara pertama dalam lomba ini, tetapi juga memiliki rekam jejak yang cukup mengesankan. Sebelumnya, grup ini telah menjuarai tingkat Provinsi Jawa Timur dalam Muhaimin Festival 2023 dan juara pertama nasional dalam Ponpes At-Tanwir Bojonegoro 2021. Hal ini membuktikan bahwa grup ini memiliki kualitas yang mumpuni dan mampu bersaing dengan grup-grup lain di tingkat yang lebih tinggi.
Para pemenang lomba ini berhak mendapatkan trofi bergengsi serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mensyiarkan selawat. Dengan demikian, lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk memberikan penghargaan kepada para pemuda yang berkontribusi dalam melestarikan seni religius.
Lomba Al Banjari remaja di Gresik tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda dalam melestarikan budaya lokal. Dengan inisiatif dari Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M. Syahrul Munir, diharapkan semangat untuk menjaga seni religius dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan adanya kompetisi seperti ini, diharapkan muncul lebih banyak lagi talenta-talenta muda yang mampu mengangkat citra Gresik sebagai kota santri yang kaya akan budaya dan seni.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar