Kecelakaan Beruntun Bus Trans Jatim di Gresik: Masalah Struktur dan Operasional yang Tidak Terduga
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kecelakaan beruntun yang melibatkan Bus Trans Jatim di wilayah Gresik pada akhir pekan lalu menunjukkan tantangan besar dalam sistem transportasi umum di Jawa Timur. Insiden ini tidak hanya menggambarkan risiko kecelakaan, tetapi juga menyoroti kurangnya infrastruktur khusus untuk kendaraan umum.
Penyebab Utama Kecelakaan
Insiden terjadi di Jalan Raya Purwodadi, Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada pukul 13.30 WIB. Awalnya, truk Mitsubishi dengan plat nomor W 9129 UL dikemudikan oleh Eko Hartono mengerem mendadak karena ada kendaraan dari arah berlawanan yang melaju terlalu ke tengah jalan. Truk trailer Hino bernomor polisi L 8033 UDD yang berada di belakang truk tersebut juga mengerem mendadak. Di belakangnya, Bus Trans Jatim Koridor IV Nomor IV.07 yang dikemudikan oleh Khusnul Rokhim menabrak truk yang ada di depannya.
Kritik terhadap Sistem Operasional Trans Jatim
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, menyampaikan bahwa selama ini Trans Jatim tidak memiliki jalur khusus sehingga operasionalnya dilakukan dalam sistem mixed traffic, yaitu bercampur dengan kendaraan lain. Hal ini membuat sopir harus melaju cepat agar sesuai dengan jadwal waktu (time table).
“Karena tidak punya jalan sendiri, ya kan, dia dikejar oleh time table. Ada petugas timer namanya, ketepatan waktu. Karena kalau enggak tepat waktu, penumpang yang berok-berok. Kasihan loh ke sopir Trans Jatim itu,” ujarnya.
Nyono menjelaskan bahwa dengan ritme yang tinggi, sopir bingung dan melaju dengan kecepatan tinggi agar penumpang tidak menunggu terlalu lama di halte. “Sementara kalau di Trans Jakarta kan punya jalan sendiri. Ya eh enggak dikejar ini. Pokoknya jam sekian harus ada di halte ini. Kan bingung dia itu kan.”
Faktor Tambahan yang Memicu Kecelakaan
Dalam insiden kecelakaan beruntun di Sidayu Gresik, lampu rem truk mati sehingga pengemudi Trans Jatim tak sempat antisipasi saat sudah melaju cepat. “Lampunya, lampunya trailer itu enggak nyala. Ngerem, lampunya enggak nyala. Siang. Nah, akhirnya apa, tidak antisipasi sopirnya (Trans Jatim) karena lampu trailernya ngerem, lampu remnya enggak nyala,” jelasnya.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Ditaksir Rp 10-15 Juta
Menurut Nyono, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Setelah kecelakaan, Trans Jatim langsung melakukan pergantian armada cadangan agar tetap beroperasi. Kerugian ditaksir sekitar Rp10-15 juta.
Langkah Pemprov Jatim untuk Menghindari Kecelakaan Masa Depan
Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan ini menjadi peringatan bagi pemerintah provinsi Jawa Timur untuk memperbaiki sistem transportasi umum. Nyono menegaskan bahwa pihaknya memiliki Standar Operasional Prosedur untuk Trans Jatim, yakni untuk kecepatan tidak boleh di bawah 80 km per jam. Namun, kecepatan tinggi tidak cukup jika tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Tantangan Masa Depan untuk Transportasi Umum
Masalah utama yang dihadapi Trans Jatim adalah kurangnya infrastruktur khusus dan pengawasan terhadap operasional kendaraan. Tanpa jalur khusus, kendaraan umum seperti bus Trans Jatim akan terus berada dalam ancaman risiko kecelakaan. Selain itu, tekanan untuk memenuhi jadwal waktu bisa memicu tindakan yang tidak aman oleh para sopir.
Pemprov Jawa Timur perlu segera mempertimbangkan solusi jangka panjang, termasuk pembangunan jalur khusus untuk transportasi umum, pelatihan lebih intensif bagi sopir, dan penguatan pengawasan terhadap operasional kendaraan. Dengan langkah-langkah ini, kecelakaan serupa bisa diminimalkan, dan layanan transportasi umum bisa lebih efisien serta aman bagi masyarakat.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar