Inisiatif Pemkot Surabaya untuk Mendorong Pertumbuhan UMKM Lokal
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu inisiatif terbaru adalah kerja sama dengan 38 hotel di kota tersebut untuk memanfaatkan produk-produk lokal. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dan memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat.
Kerja Sama dengan Hotel Bintang 2 hingga 5
Kerja sama ini melibatkan 38 hotel dengan kategori bintang 2 hingga 5. Dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, hotel-hotel tersebut setuju untuk menggunakan produk UMKM lokal sebagai kebutuhan operasional harian mereka. Tujuannya adalah memperkuat keterlibatan UMKM dalam rantai pasokan industri pariwisata dan perhotelan.
“Kami ingin investasi ini bermanfaat bagi warga sekitar. Jika hotel memiliki jaringan, maka kegiatan Surabaya juga bisa dipromosikan di sana,” ujar Eri Cahyadi saat pidato dalam acara penandatanganan kesepakatan.
Potensi Pasar yang Besar untuk UMKM
Data yang dikumpulkan oleh Pemkot Surabaya menunjukkan bahwa kebutuhan operasional hotel dalam sebulan sangat besar. Misalnya, daging ayam sebanyak 5,6 ton, daging sapi 600 kilogram, aneka sayuran 4,7 ton, buah-buahan 12 ton, susu segar 3.200 liter, telur 8 ton, beras 3,5 ton, gula 4,3 ton, minyak goreng 2,6 ton, serta slipper (sandal hotel) sebanyak 39.000 pasang.
“Ini adalah peluang besar bagi masyarakat dan UMKM di Kota Surabaya untuk naik kelas,” tambah Eri.
Peran Pemkot dalam Mendukung UMKM
Pemkot Surabaya tidak hanya sekadar mengajak UMKM berpartisipasi, tetapi juga berkomitmen untuk memastikan bahwa produk-produk yang disediakan sesuai dengan standar kualitas hotel. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, karena UMKM harus mampu memenuhi persyaratan yang ketat.
“Sekarang tinggal kita (masyarakat) mampu atau tidak memenuhi standar mereka (hotel). Negara harus hadir membantu warga miskin agar produknya naik kelas,” jelas Eri.
Harapan untuk Perekonomian yang Berkelanjutan
Dengan adanya kerja sama ini, Eri berharap dapat menciptakan suasana investasi yang aman dan nyaman, sehingga perekonomian masyarakat terus berkembang. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemkot, hotel, dan UMKM akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Strategi untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM
Selain kerja sama dengan hotel, Pemkot Surabaya juga berencana mengadakan pelatihan dan program pengembangan UMKM. Tujuannya adalah memperkuat kemampuan para pelaku usaha dalam memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan kualitas produk mereka. Dengan demikian, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku bisnis yang kompetitif.
Eri menambahkan, “Saya berharap kerja sama ini dapat menciptakan suasana investasi yang aman dan nyaman agar ekonomi masyarakat dapat terus bergerak.”
Tantangan dan Peluang yang Ada
Meskipun ada potensi besar, UMKM juga menghadapi tantangan seperti akses modal, pengelolaan bisnis, dan persaingan dengan produk luar daerah. Untuk itu, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, fasilitasi akses pasar, dan bantuan teknis lainnya.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan kolaborasi yang kuat, Pemkot Surabaya yakin bahwa UMKM lokal dapat menjadi tulang punggung perekonomian kota. Selain itu, langkah ini juga akan memperkuat identitas budaya dan ekonomi lokal yang unik.***

>

Saat ini belum ada komentar