Flyover Taman Pelangi, Solusi Jangka Panjang untuk Mengurai Kemacetan di Surabaya Selatan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan rencana besar untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di kawasan Bundaran Taman Pelangi. Proyek yang akan segera dikerjakan adalah pembangunan flyover atau jalan layang. Langkah ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan teknis dan keamanan, serta evaluasi terhadap alternatif lain seperti underpass.
Alasan Pemilihan Flyover
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pengambilan keputusan ini bukan tanpa dasar. Dalam diskusi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pihaknya mempertimbangkan risiko yang muncul dari konsep underpass. Salah satu alasan utama adalah adanya banyak pipa gas dan saluran air di bawah tanah, yang bisa membahayakan jika dilakukan pekerjaan penggalian.
“Jika menggunakan underpass, risikonya besar karena banyak pipa, terutama pipa gas, di bawah tanah. Selain itu, aliran sungai juga harus dipindahkan terlebih dahulu. Itu berbahaya dan memakan waktu lama. Karena itu, kami sepakat memilih overpass,” ujarnya.
Konsep Arus Lalu Lintas Tanpa Lampu Merah
Flyover Taman Pelangi dirancang untuk mengurangi titik kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut. Proyek ini akan memotong arus lalu lintas dari Jalan Ahmad Yani menuju Rungkut, Jemursari, hingga pusat kota. Selama ini, area ini menjadi salah satu tempat yang paling rawan macet, terutama saat jam sibuk.
Konsep yang digunakan dalam proyek ini mirip dengan Flyover Aloha di Sidoarjo, yaitu sistem arus lalu lintas yang tidak membutuhkan lampu merah. Kendaraan dari berbagai arah dapat melaju secara berkesinambungan tanpa harus berhenti akibat lampu merah.
“Nantinya tidak ada lampu merah. Dari Ahmad Yani langsung naik dan turun di arah Jemursari, begitu juga sebaliknya. Polanya seperti di Aloha, arus lancar karena tidak ada jeda yang memicu antrean panjang,” jelas Eri.
Proses Pembebasan Lahan Selesai
Dari segi kesiapan lahan, Pemkot Surabaya menyatakan bahwa seluruh proses pembebasan telah tuntas. Warga terdampak telah menerima ganti rugi, dan saat ini hanya tersisa satu bangunan yang difungsikan sementara sebagai pos satuan tugas.
“Secara administrasi sudah selesai semua. Sekarang tinggal desain final, lalu masuk proses lelang. Tahun ini mulai dikerjakan,” tegas Eri.
Anggaran dan Jadwal Proyek
Proyek Flyover Taman Pelangi sepenuhnya didanai oleh Kementerian PUPR dan ditargetkan mulai konstruksi pada 2026, dengan estimasi selesai pada awal 2027. Keberadaan flyover ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas warga Surabaya selatan.
“Ini bukan hanya soal mempercepat perjalanan, tapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” pungkas Eri. ***

>

Saat ini belum ada komentar