Volatilitas IHSG Pasar Saham Indonesia Meningkat, Analisis dari Ahli
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Volatilitas pasar saham di Indonesia terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis. Pada perdagangan Selasa (27/01), indeks ini ditutup dengan kenaikan tipis sebesar 0,05% ke level 8.980,23. Meski demikian, volatilitas tinggi tetap menjadi tantangan bagi investor dan analis.
Beberapa saham unggulan berhasil menguat, seperti DSSA yang melonjak 4,88%, GOTO naik 8,33%, serta TLKM yang menguat 2,34%. Namun, ada juga saham yang turun tajam, seperti ASII yang merosot 8,36%, BBCA melemah 1,96%, dan BMRI turun 2,04%. Pergerakan ini mencerminkan ketidakstabilan di pasar saham.
Aktivitas investor asing masih cenderung menjual, dengan catatan net sell sebesar Rp1,65 triliun di pasar reguler dan Rp1,61 triliun di seluruh pasar. Hal ini memberi tekanan pada IHSG dan berpotensi memperparah volatilitas.
Sejumlah Sektor Tampak Tertekan, Teknologi Jadi Penopang Utama
Dari sisi sektoral, lima dari 11 sektor mengalami penguatan, namun sektor industri mengalami penurunan terbesar sebesar 3,45%. Di sisi lain, sektor teknologi menjadi salah satu yang paling kuat dengan kenaikan sebesar 2,14%.
Pengamatan ini menunjukkan bahwa sektor teknologi mungkin menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari peluang pertumbuhan jangka panjang. Namun, perlu diperhatikan bahwa pergerakan sektor ini juga bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah atau kondisi global.
Kebijakan MSCI yang Berdampak pada Pasar Saham Indonesia
MSCI, sebuah lembaga pengindeksan global, telah mengumumkan kebijakan pembekuan sementara atas sejumlah perubahan indeks terkait saham Indonesia. Langkah ini mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan jumlah saham (NOS). Selain itu, tidak akan ada penambahan saham baru dari Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko investability dan menekan turnover indeks. Namun, kebijakan ini juga berpotensi menurunkan bobot Indonesia dari kategori Emerging Market ke Frontier Market jika tidak ada kemajuan signifikan dalam transparansi hingga Mei 2026.
Rekomendasi Saham dari Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, memberikan rekomendasi saham untuk hari ini. Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain:
- ENRG: Buy 1655-1670 | TP 1695-1760 | SL 1545
- BUMI: Buy 338-344 | TP 350-360 | SL 320
- INET: Buy 442-448 | TP 458-472 | SL 414
- GOTO: Buy 62-64 | TP 68-70 | SL 59
- HRTA: Buy 2380-2410 | TP 2460-2530 | SL 2230
Rekomendasi ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investor disarankan untuk melakukan analisis sendiri sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka.
Peluang Koreksi Lanjutan pada IHSG
Dengan aksi jual asing yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, IHSG masih berpeluang mengalami koreksi lanjutan. Area terdekat yang menjadi perhatian adalah kisaran 8.715–8.750. Investor perlu memantau perkembangan pasar secara berkala dan siap dengan strategi yang tepat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Pasar
Selain aktivitas investor asing dan kebijakan MSCI, beberapa faktor lain seperti kondisi ekonomi makro, politik, dan situasi global juga dapat memengaruhi pergerakan pasar. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk tetap waspada dan memperbarui informasi secara berkala.
Kesimpulan
Volatilitas pasar saham Indonesia tetap tinggi, dengan IHSG yang terus bergerak dinamis. Meskipun ada saham-saham yang menguat, tekanan dari aksi jual asing dan kebijakan MSCI tetap menjadi tantangan. Investor perlu memperhatikan rekomendasi dari analis dan memastikan bahwa keputusan investasi sesuai dengan profil risiko mereka.

>

Saat ini belum ada komentar