Saham Emas Berpotensi Melampaui Rekor Tertinggi di Akhir Tahun Ini
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar keuangan global Saham Emas kembali mencatatkan pergerakan signifikan, terutama dalam sektor logam mulia. Dalam analisis terbaru yang dilakukan oleh lembaga investasi ternama, Goldman Sachs, diperkirakan harga emas akan mencapai angka US$5.400 pada akhir tahun ini. Prediksi ini menunjukkan tren positif yang terus berlangsung sepanjang 2026, dengan emas menjadi aset pilihan bagi para investor.
Penyebab Kenaikan Harga Emas
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah meningkatnya permintaan dari sektor swasta dan bank sentral negara berkembang. Diversifikasi aset ke emas semakin diminati karena ketidakpastian global yang terus berlangsung. Emas dianggap sebagai alat lindung nilai yang efektif dalam menghadapi risiko ekonomi dan politik.
“Kami mengasumsikan pembeli emas dari sektor swasta, yang menggunakan emas untuk melindungi risiko kebijakan global dan mendorong kenaikan di atas proyeksi kami, tidak akan melepas kepemilikan emas mereka pada 2026,” tulis Goldman Sachs dalam laporan mereka.
Peran Bank Sentral dalam Permintaan Emas
Selain itu, prediksi juga menyebutkan bahwa pembelian emas oleh bank sentral akan rata-rata mencapai enam puluh ton sepanjang 2026. Permintaan tersebut terutama berasal dari bank sentral negara berkembang yang terus mendiversifikasi cadangan devisa mereka ke emas. Hal ini menunjukkan bahwa emas tidak hanya menjadi alat investasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi kebijakan moneter negara-negara tersebut.
Tren Diversifikasi Cadangan Devisa
Diversifikasi cadangan ke emas dinilai menjadi tren berkelanjutan, seiring upaya negara-negara berkembang mengurangi ketergantungan pada aset berbasis dolar AS dan meningkatkan stabilitas cadangan mereka. Dengan adanya pergeseran arah kebijakan global, emas menjadi pilihan yang lebih aman dan stabil dibandingkan aset lainnya.
Perkembangan Harga Emas Saat Ini
Harga emas spot sebelumnya mencetak rekor tertinggi di US$4.988. Logam mulia tersebut telah menguat lebih dari sebelas persen sepanjang tahun 2026. Hal itu didorong permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian kebijakan global. Kenaikan ini menunjukkan bahwa emas tidak hanya menjadi alat investasi, tetapi juga menjadi indikator kesehatan pasar keuangan secara keseluruhan.
Pengaruh Terhadap Pasar Keuangan Lainnya
Selain emas, pasar mata uang kripto juga mencatatkan pergerakan signifikan. Namun, Bitcoin (BTC) gagal mencapai target harga US$90.000, meskipun ada harapan besar dari para investor. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat volatil dan rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi global.
Perkembangan Indeks Saham dan Komoditas
Indeks saham seperti S&P 500 dan Dow Jones juga mengalami fluktuasi, dengan penurunan sebesar 0,29% dan 0,58% masing-masing. Di sisi lain, indeks komoditas seperti minyak mentah WTI dan Brent berada di posisi stabil, dengan sedikit peningkatan harga.
Kondisi Pasar Mata Uang
Pasangan mata uang seperti EUR/USD dan GBP/USD juga mengalami perubahan, dengan peningkatan sebesar 0,30% dan 0,12% masing-masing. Sementara itu, USD/IDR mengalami penurunan sebesar 0,14%, menunjukkan tekanan pada rupiah terhadap dolar AS.
Kesimpulan
Prediksi Goldman Sachs tentang harga emas yang akan mencapai US$5.400 pada akhir tahun ini menunjukkan bahwa emas akan terus menjadi aset yang diminati. Dengan berbagai faktor yang mendukung, termasuk diversifikasi aset dan ketidakpastian global, emas diharapkan tetap menjadi pilihan utama bagi para investor. Selain itu, tren ini juga memperkuat posisi emas sebagai alat lindung nilai yang andal dalam menjaga stabilitas keuangan.

>

Saat ini belum ada komentar