Perhimpunan Filantropi Indonesia Luncurkan Chapter Surabaya untuk Memperkuat Ekosistem Filantropi di Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) baru saja meluncurkan PFI Chapter Surabaya sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem filantropi di Jawa Timur dan sekitarnya. Peluncuran ini dilakukan di Graha Sawunggaling, Surabaya, pada Kamis (22/1/2026), dengan tujuan untuk memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor guna mendorong pembangunan berkelanjutan yang lebih inklusif.
Misi dan Tujuan Chapter Surabaya
Sekretaris Pengurus PFI Irvan Nugraha menjelaskan bahwa pembentukan chapter ini tidak hanya sekadar memperluas struktur organisasi, tetapi juga upaya mendekatkan ekosistem filantropi dengan konteks dan tantangan lokal. Menurutnya, PFI Chapter Surabaya akan menjadi ruang temu, ruang belajar, dan ruang aksi bersama, serta platform berbagi praktik baik untuk melahirkan inisiatif filantropi yang lebih berdampak dan berkelanjutan.
Irvan menambahkan bahwa chapter ini dirancang untuk menjadi pusat koordinasi dan pembelajaran bersama bagi lembaga filantropi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan akademisi dalam mengembangkan inisiatif sosial yang adaptif dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat aksi kolektif lintas sektor di tingkat daerah.
Kolaborasi dengan Berbagai Stakeholder
Dalam kegiatan tersebut, PFI bekerja sama dengan Forum Zakat (FOZ) dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI) untuk menginisiasi Multistakeholder Forum (MSF) Aliansi Filantropi. Platform ini telah menjalin kemitraan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pemerintah Kota Surabaya juga memberikan dukungan terhadap penguatan peran filantropi sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Saat ini, Pemkot Surabaya menjalankan berbagai program pembangunan berkelanjutan, termasuk penurunan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui Program KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah untuk Pengentasan Kemiskinan).
Diskusi Panel dan Rekomendasi Strategis
Rangkaian acara peluncuran juga diisi diskusi panel bertema “Penguatan Potensi Filantropi di Jawa Timur melalui Integrasi Aksi Kolektif, Ko-kreasi, dan Kolaborasi Inklusif”. Diskusi tersebut membahas peluang, tantangan, serta rekomendasi strategis dalam mendorong filantropi berbasis kolaborasi untuk mendukung pencapaian SDGs di Jawa Timur.
Koordinator PFI Chapter Surabaya Kholaf Hibatulloh menyampaikan bahwa peluncuran chapter ini diinisiasi dan dikerjakan bersama oleh berbagai lembaga filantropi di Surabaya. Menurut dia, kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam penguatan filantropi daerah.
Dukungan dari Dunia Usaha dan Akademisi
PFI Chapter Surabaya diharapkan menjadi pusat koordinasi dan pembelajaran bersama bagi lembaga filantropi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan akademisi dalam mengembangkan inisiatif sosial yang adaptif dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat aksi kolektif lintas sektor di tingkat daerah.
Selain itu, PFI juga berkomitmen untuk memperluas jangkauannya dengan mengajak partisipasi aktif dari berbagai stakeholder, termasuk pelaku usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil, agar dapat menciptakan dampak nyata dalam pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.
Tantangan dan Peluang di Sektor Filantropi
Meski ada banyak potensi yang bisa dimanfaatkan, pengembangan filantropi di Jawa Timur masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sumber daya, dan hambatan regulasi. Namun, dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen dari berbagai pihak, PFI Chapter Surabaya berharap dapat menjadi solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan tersebut.
Dengan peluncuran chapter ini, PFI berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial, serta memperkuat peran filantropi sebagai motor penggerak utama dalam mencapai SDGs di tingkat lokal.***

>

Saat ini belum ada komentar