Perubahan Metodologi MSCI dan Dampaknya terhadap Pasar Saham Indonesia Februari 2026, BUMI DEWA PTRO?
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Perubahan metode perhitungan free float saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi topik yang menarik perhatian pelaku pasar. Ini karena pengaruhnya terhadap kinerja saham emiten di Indonesia, khususnya yang berpotensi masuk ke indeks global.
Perubahan dalam Perhitungan Free Float
MSCI baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan mempertimbangkan laporan kepemilikan saham dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan dalam menghitung free float. Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya menerima data kepemilikan di atas 5%, sementara KSEI mencakup juga pemegang saham di bawah 5%. Hal ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang struktur kepemilikan publik.
Pengambilan masukan dari pelaku pasar telah ditutup pada 31 Desember 2025, dan hasilnya akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Jika disetujui, perubahan ini akan berlaku saat review indeks MSCI Mei 2026.
Dampak pada Saham Emenit
Isu free float menjadi penting bagi emiten yang ingin masuk ke indeks MSCI. Beberapa emiten sedang melakukan penataan ulang struktur kepemilikan untuk meningkatkan porsi free float dan likuiditas. Grup Bakrie, termasuk PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA), digadang-gadang menjadi kandidat kuat untuk masuk indeks global.
Saham BUMI tercatat sebagai konstituen MSCI Indonesia Small Cap Index dan telah masuk dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Saat ini, BUMI sedang berusaha naik kelas ke Standard Global Index. Volatilitas saham BUMI sangat tinggi, dengan harga Rp 464 per saham pada perdagangan Selasa (6/1), volume transaksi mencapai Rp 4,02 triliun.
Sementara itu, DEWA menutup perdagangan dengan kenaikan 7,95% ke level Rp 815 per saham, dengan market cap Rp 33,1 triliun. Sepanjang hari, saham DEWA telah diperdagangkan sebanyak 175.000 kali.
Analisis dari Pakar Pasar
Fath Aliansyah, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa selain rencana ekspansi, kenaikan saham BUMI dan DEWA juga dipengaruhi oleh ekspektasi masuknya kedua saham tersebut ke indeks MSCI. Namun, ia menekankan bahwa risiko besar jika hanya membeli saham karena sentimen MSC.
Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dari Indo Premier Sekuritas menilai BUMI memiliki peluang terbesar untuk masuk ke MSCI Standard Cap Index pada peninjauan indeks Februari 2026. PTRO juga menjadi kandidat kuat, dengan free-float yang telah ditingkatkan menjadi 30%.
Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menilai BUMI dan PTRO sebagai kandidat terkuat untuk masuk ke dalam MSCI Standard Cap Index. Ia merekomendasikan maintain buy PTRO dengan target harga Rp 11.950.
Rekomendasi dan Prediksi
Berdasarkan analisis, beberapa saham seperti BUMI, DEWA, dan PTRO memiliki potensi untuk masuk ke indeks MSCI. Investor perlu memperhatikan volatilitas dan risiko yang terkait dengan sentimen pasar. Selain itu, pengaruh perubahan metode perhitungan free float juga bisa memengaruhi arus modal asing.***





Saat ini belum ada komentar