Final BWF World Tour 2025 – Pilu Jojo Kalah dari Unggulan Pertama, Rekor Mulai Terkejar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 18 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Atlet bulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, menyampaikan rasa penyesalan setelah kalah dari unggulan pertama dalam BWF World Tour Finals 2025.
Jonatan Christie menghadapi pertandingan pertamanya dalam BWF World Tour Finals 2025 pada hari Rabu (17/12/2025).
Jojo, panggilan akrabnya, langsung berhadapan dengan Kunlavut Vitidsarn yang menjadi unggulan pertama.
Atlet putra Thailand tersebut mencatatkan poin tertinggi sepanjang tahun setelah memenangkan empat turnamen BWF.
Tidak gampang bagi Jojo menghadapi atlet bulu tangkis yang berusia 24 tahun itu.
Jojo mengakui bahwa pertandingan pertamanya di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Xiacheng, Hangzhou, Tiongkok tidak mudah dilalui.
Lulusan PB Tangkas merasa mengalami kendala dalam gaya bermain mereka sendiri.
“Kesulitan dalam pertandingan hari pertama World Tour Finals 2025 lebih disebabkan oleh gaya bermain saya sendiri,” ujar Jojo, dilansir DIAGRAMKOTA.COM dari PBSI.
“Kami merasa kurang sabar dan terlalu sering mengakhiri diri sendiri,” katanya menambahkan.
Selain itu, Jojo juga mengapresiasi cara bermain Kunlavut yang teliti dan sabar.
“Kunlavut juga tampil sangat baik, dia sangat teliti dan sabar, jadi memang tidak mudah,” ujar Jojo.
Kunlavut memenangkan dua gim secara langsung dengan skor 21-10 dan 21-14.
Jojo hampir tidak bisa bernapas dalam permainan pertama, di mana ia tertinggal enam poin saat jeda 11-5.
Kunlavut terus meninggalkan jarak hingga selisih 10 angka dan menyelesaikan game pertama dengan skor 21-10.
Pada permainan kedua, Kunlavut kembali tampil sangat dominan sehingga mengunci keunggulan lima poin pada interval, 11-6.
Kunlavut terus mempertahankan keunggulannya hingga pertandingan berakhir dengan skor 21-14.
Jojo terlihat menyesali penampilannya yang belum optimal.
“Aku mengakui permainanku belum optimal,” kata Jojo.
Ada perbedaan terkait kecepatan bermainnya yang cukup terasa.
“Selain itu, kesabaran, ketelitian, ketelatenan, dan ketenangannya menjadi ciri khas,” ujarnya.
Menurutnya, banyak hal yang terbuang secara percuma.
Pada beberapa kesempatan balap, saya kurang sabar dan membuat kesalahan dalam memilih pukulan, sehingga poin-poinnya hilang.
“Saya pikir hal utama yang perlu dievaluasi di sana,” ujarnya.
Kekalahan ini membuat rekor pertemuan Jojo dengan Kunlavut mulai terkejar.
Saat ini, Jojo masih memimpin dengan selisih dua poin, setelah meraih delapan kemenangan dari 14 pertemuan melawan Kunlavut.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi Jojo dalam menghadapi pertandingan berikutnya di BWF World Tour Finals 2025. ***

>
>
Saat ini belum ada komentar