Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » NASIONAL » Peran Mangrove dalam Ekosistem Nasional

Peran Mangrove dalam Ekosistem Nasional

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Mangrove tidak lagi hanya dianggap sebagai elemen pesisir, tetapi menjadi bagian penting dari sistem ekologis nasional yang memerlukan pengelolaan serius. Dengan luas sekitar 3,45 juta hektar, mangrove Indonesia berperan sebagai benteng alami terhadap abrasi dan banjir rob. Selain itu, mereka juga bertindak sebagai penyimpan karbon biru, habitat keanekaragaman hayati, serta sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir.

Pengelolaan mangrove kini mulai mengalami pergeseran pandangan, di mana negara mulai melihatnya sebagai sistem yang harus dikelola secara lintas sektor dan batas administrasi. Hal ini menunjukkan kemajuan dalam upaya perlindungan lingkungan. Namun, tantangan besar masih ada, terutama dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan ekosistem dengan kepentingan ekonomi jangka pendek.

Pendekatan Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM)

Salah satu inovasi dalam Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) adalah pendekatan Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM). Pendekatan ini berbasis batas ekologis dan hidrologis, bukan sekadar batas administrasi. Ini penting karena air, sedimen, pencemaran, dan tekanan pembangunan tidak mengenal batas wilayah.

Dengan pendekatan KLM, pengelolaan mangrove bisa lebih efektif, karena mengikuti cara kerja ekosistem itu sendiri. Hal ini membantu menghindari kerusakan yang berpindah lokasi, bukan benar-benar selesai.

Fungsi Lindung dan Budidaya

Draf RPPEM juga mencoba membedakan antara fungsi lindung dan budidaya. Pada fungsi lindung, fokusnya adalah konservasi ketat dan pencegahan kerusakan baru. Sementara pada fungsi budidaya, pemanfaatan ekonomi dimungkinkan, tetapi dengan syarat yang jelas seperti tidak mengurangi tutupan, tidak merusak hidrologi, dan tunduk pada pengawasan.

Ini merupakan langkah penting untuk menghindari konflik antara konservasi dan ekonomi. Pemanfaatan hanya sah bila fungsi ekologis tetap terjaga.

Tantangan dalam Implementasi

Meskipun fondasi berpikir dalam RPPEM sudah benar, titik lemahnya terletak pada daya paksa. Indonesia memiliki banyak dokumen tentang mangrove, tetapi yang kurang adalah gigi kebijakan yang mampu mengunci perlindungan mangrove ke dalam tata ruang, perizinan, anggaran, dan penegakan hukum.

Masukan dari berbagai kementerian dalam konsultasi publik sangat penting. Arahan dari KLH menegaskan bahwa harmonisasi tata ruang dan kewenangan menjadi isu strategis utama. Sementara itu, Bappenas menyarankan agar kedudukan RPPEM diperjelas terhadap rencana lain seperti RPPLH dan RPJMN.

Pembiayaan dan Teknologi

Pembiayan dalam draf RPPEM menyebutkan APBN, APBD, jasa lingkungan, karbon biru, CSR, dan pembiayaan iklim. Namun, bab pembiayaan masih lebih menyerupai katalog kemungkinan ketimbang proyeksi kebutuhan yang benar-benar operasional.

Selain itu, teknologi seperti penginderaan jauh, GIS, drone, dan kecerdasan artifisial menjadi penting dalam pengelolaan mangrove. Integrasi data lintas kementerian/lembaga secara real-time juga diperlukan untuk meningkatkan efisiensi.

Keberhasilan RPPEM

Ukuran keberhasilan RPPEM nanti harus dibuat sederhana dan keras. Bukan pada seberapa lengkap istilah yang dipakai atau seberapa banyak pihak yang hadir dalam konsultasi publik.

Ukurannya adalah: apakah setelah RPPEM ditetapkan, mangrove benar-benar menjadi lebih sulit dikonversi, lebih kuat masuk ke tata ruang, lebih jelas dibiayai, lebih ketat diawasi, dan lebih adil manfaatnya bagi masyarakat pesisir.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri HAM, Natalius Pigai,Keracunan ,MBG ,Surabaya

    Menteri HAM Usulkan Blacklist Pengelola SPPG Pasca Kasus Keracunan MBG

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kasus dugaan keracunan ratusan siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya memicu langkah tegas dari Menteri HAM RI, Natalius Pigai. Ia menyarankan agar pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti tidak profesional dimasukkan dalam daftar hitam. Pigai menyatakan bahwa kesalahan utama dalam kasus ini berasal dari pengelola dan pemilik SPPG, bukan […]

  • Pertemuan Pangdam V Brawijaya dan Kapusziad Bahas Penguatan Pembinaan Zeni

    Pertemuan Pangdam V Brawijaya dan Kapusziad Bahas Penguatan Pembinaan Zeni

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 155
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. menerima audiensi Kapusziad Mayjen TNI Budi Hariswanto, S.Sos.,M.A.P. di ruang Bung Tomo, Makodam V/Brawijaya, Senin (08/12/2025). Pertemuan ini menjadi forum strategis yang menyoroti peningkatan pembinaan kemampuan zeni di wilayah Kodam V/Brawijaya sebagai bagian dari penguatan kesiapan satuan. “Kolaborasi harus terus terjaga,” tegas Pangdam V/Brawijaya dalam pertemuan […]

  • Proyek PT Biru Semesta Abadi Dihentikan,DPRD Surabaya Temukan Pelanggaran

    Proyek PT Biru Semesta Abadi Dihentikan,DPRD Surabaya Temukan Pelanggaran

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 286
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi C DPRD Kota Surabaya menegaskan bahwa PT Biru Semesta Abadi telah melakukan sejumlah pelanggaran serius dalam pelaksanaan proyek pembangunannya. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan hari ini, anggota Komisi C, Sukadar, meminta penghentian sementara kegiatan proyek dan mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) segera mengeluarkan surat teguran kedua. “PT Biru Semesta Abadi seharusnya menggunakan […]

  • Persija Hadapi Rekor Kandang Malut di Ternate!

    Persija Hadapi Rekor Kandang Malut di Ternate!

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 100
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persija Jakarta akan menghadapi tantangan berat dalam laga tandangnya melawan Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Macan Kemayoran untuk mempertahankan posisi mereka di papan atas klasemen Super League 2025/26. Rekor Kandang yang Mengancam Malut United dikenal sebagai tim yang sangat kuat saat bermain di kandang. Dari […]

  • Serunya Classmeeting SMAN 18 Surabaya: Satukan Energi, Ciptakan Momen Tak Terlupakan!

    Serunya Classmeeting SMAN 18 Surabaya: Satukan Energi, Ciptakan Momen Tak Terlupakan!

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 350
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – SMA Negeri 18 Surabaya sukses menggelar kegiatan Classmeeting 2024 selama tiga hari pada tanggal 13, 16, dan 17 Desember. Kegiatan ini diadakan setelah siswa menyelesaikan Penilaian Akhir Semester (PAS) semester ganjil, dengan tema yang unik dan penuh makna, yaitu “Repablick (Forena energi, skapa ogonblick)” yang berarti “Satukan Energi, Satukan Momen.” Kasminah, S.Pd., Kepala […]

  • Eri Cahyadi

    Polemik Medsos, Eri Cahyadi: Kalau Anak Muda Lakukan Kesalahan, Jangan Bunuh Karakternya

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 228
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menonaktifkan sementara admin media sosial (medsos) pribadinya, Hening Dzikrillah, yang sempat viral akibat ucapan candaan saat jeda siaran langsung. Ia meminta admin tersebut untuk sementara ini agar memperbaiki diri. “Jadi kemarin kan sempat viral admin saya, Mbak Hening, itu membuat khilaf, salah untuk kalimatnya yang keluar ketika dia […]

expand_less