Kiai Zulfa Mustofa Ditetapkan sebagai Pj Ketum PBNU
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 11 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Prof M Nuh, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengumumkan bahwa KH Zulfa Mustofa secara resmi ditetapkan sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU Kelompok Sultan.
Putusan ini adalah salah satu hasil dari Sidang Pleno PBNU Kelompok Sultan yang diadakan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa 9 Desember 2025.
“Penunjukan Pj Ketua Umum PBNU untuk sisa masa jabatannya jatuh kepada KH Zulfa Mustofa. Beliau akan memimpin PBNU sebagai Penjabat Ketua Umum hingga pelaksanaan Muktamar,” kata Prof M Nuh.
Ia menjelaskan, Musyawarah Nasional ke-35 NU akan diadakan sesuai dengan siklus normal organisasi. Hal ini dilakukan karena Musyawarah Nasional ke-34 NU di Lampung merupakan musyawarah yang terlambat satu tahun dari jadwal yang seharusnya.
“Kita kembalikan ke siklus awal. Sebelum Hari Raya Haji, Muktamar ke-35 telah dilaksanakan,” jelasnya.
Di sisi lain, Pj Ketua Umum PBNU Kelompok Sultan, KH Zulfa Mustofa menyatakan siap melaksanakan amanat pleno.
“Rapat pleno telah menetapkan saya sebagai Penjabat Ketua Umum. Saya tidak bermaksud terlibat dalam konflik masa lalu, tetapi ingin menjadi jawaban untuk masa depan jam’iyyah,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk kembali menyatukan diri dalam satu barisan besar NU.
Sebelumnya, Katib Syuriyah PBNU, Sarmidi Husna menyampaikan bahwa ada dua calon Pj Ketum PBNU dari Kelompok Sultan, yaitu KH Zulfa Mustofa dan Prof Nizar Ali.
“Masih tersisa dua pilihan, Prof Nizar dan Kiai Zulfa,” ujarnya di tengah sidang pleno.
Pada kesempatan pleno tersebut, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memberikan apresiasi kepada Ketua Umum PBNU sebelumnya, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), atas dedikasi selama empat tahun terakhir.
“Terima kasih kepada KH Yahya Cholil Staquf yang telah menyampaikan pemikirannya selama empat tahun. Kita tetap sebagai saudara. Semoga terjadi perbaikan pada muktamar berikutnya,” katanya. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar