DIAGRAMKOTA.COM— Tim Komunitas Investigasi Jatim secara aktif mengawal pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 3 Gresik. Tim mencatat sisa dana yang dikelola sekolah mencapai Rp 295.636.780. Komunitas meminta pihak sekolah membuka rincian penggunaan dana tersebut secara transparan dan akuntabel.
Selain aspek keuangan, tim juga menyoroti kondisi lingkungan sekitar sekolah. SMP Negeri 3 Gresik berdiri berdekatan dengan lokasi pembakaran sampah yang beroperasi setiap hari. Asap dan polusi udara dari aktivitas tersebut secara langsung mengancam kesehatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
Komunitas menegaskan bahwa kedua isu ini memerlukan perhatian serius dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Pengelolaan dana BOS harus terarah sepenuhnya untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Di sisi lain, lingkungan belajar yang sehat dan aman juga merupakan hak setiap peserta didik yang wajib dipenuhi.
“Dana BOS sebesar itu harus kita pastikan memberikan manfaat nyata bagi pendidikan anak-anak. Kami juga tidak akan membiarkan siswa belajar di lingkungan yang terancam polusi asap setiap harinya,” ujar perwakilan Komunitas Investigasi Jatim.
Tim mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan kedua masalah ini. Pengawasan yang ketat akan menjamin penggunaan dana publik tepat sasaran, sementara penanganan sumber polusi di sekitar sekolah akan melindungi kesehatan generasi penerus bangsa.(Dk/yud)




















