DIAGRAMKOTA.COM – Drama Korea terbaru berjudul Doctor X: The Era of White Mafia kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta serial televisi Asia. Dengan alur cerita yang penuh konflik, karakter kompleks, dan tampilan visual yang menawan, drama ini sukses mencatatkan rating tinggi sejak episode pertama. Bahkan, pada episode keempat, angka penontonnya melampaui 18 persen menurut data Nielsen Korea Selatan — sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Namun di balik kesuksesan tersebut, Doctor X juga memicu kontroversi tak terduga dari kalangan profesional medis. Seorang dokter spesialis bedah ortopedi asal Korea Selatan dengan inisial ‘A’ secara resmi mengajukan permohonan peninjauan siaran karena merasa bahwa beberapa adegan dalam drama tersebut tidak mencerminkan realitas dunia kedokteran yang sebenarnya.
1. Kim Ji Won Tampilkan Dualitas Karakter yang Mengejutkan
Salah satu daya tarik utama dari Doctor X adalah akting luar biasa dari Kim Ji Won, yang kali ini memerankan tokoh utama bernama Dr. Yoon Seo-kyung. Ia memainkan dua sisi kepribadian yang kontras: sosok dokter muda bersemangat yang idealis di awal cerita, namun berubah menjadi tokoh yang lebih dingin, manipulatif, dan ambisius saat terlibat dalam skandal besar di rumah sakit.
Karakternya yang bertarung melawan sistem korup di dunia medis membuat penonton terpukau. Namun, kritik dari kalangan dokter menyebut bahwa transisi emosional dan perilaku dokter dalam drama terlalu dramatis dan tidak sesuai dengan standar etika profesi medis yang berlaku.
2. Realisme Medis Jadi Sorotan Utama
Beberapa adegan dalam drama menuai protes karena dinilai tidak realistis dari segi prosedur medis. Misalnya, adanya adegan dokter yang memeriksa pasien berkali-kali tanpa alasan medis yang jelas, atau tindakan operasi yang dilakukan dalam waktu singkat tanpa prosedur pra-operasi yang lengkap.
Dokter ortopedi ‘A’ menjelaskan bahwa dalam dunia nyata, setiap tindakan medis harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh, dokumentasi ketat, dan koordinasi tim yang cermat. “Menunjukkan dokter melakukan intervensi tanpa prosedur standar bisa menyesatkan publik,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
3. Konflik Sistemik yang Menggambarkan Realitas Dunia Rumah Sakit
Meski ada kritik soal realisme, Doctor X berhasil menyoroti isu-isu serius dalam sistem kesehatan Korea Selatan. Drama ini mengungkap praktik kolusi antara dokter, manajemen rumah sakit, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya yang berujung pada diskriminasi terhadap pasien kurang mampu.
Melalui narasi yang kuat, drama ini menggambarkan bagaimana kekuasaan dan uang dapat mengendalikan keputusan medis, termasuk keputusan untuk tidak merawat pasien tertentu demi keuntungan institusi. Isu ini mendapat respons positif dari banyak penonton yang merasa drama ini membuka mata tentang struktur ketimpangan dalam layanan kesehatan.
4. Peran Lee Jung Eun sebagai Tokoh Mentor yang Memiliki Dua Wajah
Lee Jung Eun, aktor senior yang dikenal dengan wajah tenang dan bijaksana, memerankan Profesor Park — seorang dokter tua yang tampaknya menjadi panutan bagi generasi muda. Namun, di balik kedamaian wajahnya, ternyata ia memiliki keterlibatan dalam skandal besar yang mengancam seluruh sistem rumah sakit.
Peran ini menjadi simbol dari dualitas moral dalam dunia kedokteran: antara idealisme dan kompromi. Penonton dibuat bertanya-tanya: apakah seorang dokter yang berbuat baik secara luas masih bisa disebut baik jika ia diam terhadap kejahatan?
Drama ini bukan sekadar hiburan, tapi juga ajakan refleksi tentang etika, keadilan, dan tanggung jawab profesi. Meskipun menuai kritik dari kalangan medis, Doctor X: The Era of White Mafia berhasil membangkitkan diskusi penting tentang bagaimana seni harus menyeimbangkan imajinasi dan kebenaran.




















