DIAGRAMKOTA.COM – Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan dengan munculnya pertanyaan tentang jalur yang dijalani timnas Argentina. Bukan hanya soal performa Lionel Messi, tetapi juga bagaimana mereka menghadapi lawan-lawan di babak gugur. Banyak penggemar sepak bola mempertanyakan apakah ini sekadar keberuntungan atau ada tangan tersembunyi di baliknya.
Babak Gugur yang Dinilai Mudah
Argentina tidak akan bertemu tim unggulan hingga semifinal. Di fase awal, mereka hanya menghadapi tim-tim non-unggulan seperti Tanjung Verde dan Mesir/Australia. Sementara itu, tim-tim besar seperti Brasil dan Inggris berada di bagian lain dari bracket. Hal ini membuat banyak orang merasa bahwa Argentina mendapat jalur yang lebih ringan dibandingkan peserta lain.
Namun, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menepis anggapan ini. Ia menekankan bahwa semua tim di babak gugur memiliki potensi bahaya. “Tidak ada gunanya saya duduk di sini dan mengatakan mereka bukan lawan yang tangguh. Itu adalah kebohongan,” ujarnya.
Ancaman dari Tanjung Verde
Meski peringkat dunia Tanjung Verde jauh di bawah Argentina, mereka memberikan ancaman serius. Tim ini berhasil melaju ke babak gugur setelah menyingkirkan Uruguay dan menahan imbang Spanyol. Gelandang Tanjung Verde, Deroy Duarte, menyebut bahwa pertemuan dengan Argentina adalah kesempatan untuk menciptakan sejarah.
Kolombia sebagai Lawan Berat
Potensi lawan terberat bagi Argentina di perempat final berubah menjadi Kolombia. Meskipun tidak diunggulkan, tim ini memiliki pemain berkualitas seperti James Rodriguez dan Luis Diaz. Kedua tim juga pernah bertemu di kualifikasi Conmebol, di mana Argentina gagal menang.
Fakta Mengungkap Jalur yang Tidak Konspirasi
Sebenarnya, jalur yang dijalaninya bukanlah konspirasi. Kejutan dari tim-tim kuda hitam dan penampilan buruk beberapa tim unggulan membuat Argentina tidak menghadapi lawan berat sampai semifinal. Penyerang Argentina, Giuliano Simeone, menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah pada diri sendiri, bukan pada lawan.
Kritik yang Sudah Dikenal
Tuduhan konspirasi terhadap Argentina bukan hal baru. Mereka sudah dihujani kritik sejak menjuarai Piala Dunia Qatar 2022. Namun, pemain seperti Messi selalu mampu menghadapi tekanan luar dan fokus pada permainan.
Kesimpulan
Jalur yang dijalaninya memang terlihat mudah, tetapi bukan karena konspirasi. Faktor kejutan dan tren performa lawan menjadi alasan utama. Argentina harus tetap waspada karena pertandingan di babak berikutnya akan semakin sulit.***
















