Mensos: Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Kesiapan Fasilitas Pendidikan untuk Masyarakat Kurang Mampu
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Surabaya, Jawa Timur, menjadi salah satu proyek penting yang dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan sarana pendidikan, tetapi juga berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melakukan peninjauan langsung terhadap proyek tersebut untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana dan siap beroperasi pada Juli 2026.
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya
Saat ini, realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya telah mencapai 58,13 persen. Perusahaan konstruksi milik negara ini menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat proyek tersebut. Menurut Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita, tim lapangan bekerja secara bergantian siang dan malam untuk memenuhi target waktu yang ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa Waskita Karya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan dan kualitas proyek yang dikerjakan.
Target Kapasitas dan Fasilitas Pendukung
Sekolah Rakyat di Surabaya dirancang untuk melayani hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain ruang kelas, fasilitas pendukung seperti perpustakaan, asrama, laboratorium, usaha kesehatan sekolah (UKS), serta ekstrakurikuler juga disiapkan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan mendukung pengembangan siswa secara holistik.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi wadah untuk mengoptimalkan potensi siswa, terutama dari kalangan keluarga miskin atau rentan putus sekolah. Pola perekrutan siswa pun berbeda dengan sekolah umum, karena fokusnya adalah memberikan kesempatan pendidikan kepada mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses layanan pendidikan yang memadai.
Kontribusi Waskita Karya dalam Pemerataan Akses Pendidikan
Waskita Karya tidak hanya terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, tetapi juga di beberapa daerah lain seperti Gresik, Jombang, Sampang, dan Tuban. Dalam proyek-proyek ini, perusahaan melibatkan hampir 4.000 pekerja, termasuk tenaga kerja lokal. Ini menjadi bukti bahwa proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.
Ermy Puspa Yunita menjelaskan bahwa selain menyediakan sarana pendidikan, Sekolah Rakyat juga membantu menggerakkan sektor informal dan UMKM. Dengan adanya sekolah yang lengkap, masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat ekonomi tambahan, baik melalui penyediaan barang dan jasa maupun peluang usaha baru.
Komitmen untuk Membangun Masa Depan Bangsa
Bagi Waskita Karya, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya membangun masa depan bangsa. Proyek ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah yang belum terlayani secara maksimal.
Dengan keterlibatan aktif BUMN konstruksi, harapan besar diarahkan agar Sekolah Rakyat di Surabaya dan wilayah lain dapat menjadi contoh nyata dari kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Dengan demikian, setiap anak dari kalangan miskin akan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih cerah.***

>
>

Saat ini belum ada komentar