Pengawasan dan Integrasi Sistem Pengaduan Warga, DPRD Surabaya Apresiasi ‘Lapor Cak Eri’
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat, salah satunya melalui penggunaan sistem pengaduan yang lebih efisien. Salah satu inovasi yang diluncurkan adalah layanan “Lapor Cak Eri” via WhatsApp, yang telah mendapat apresiasi dari sejumlah anggota DPRD Surabaya.
Peran Penting Layanan Pengaduan
Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pdt. Rio Dh. I. Pattiselano, menyampaikan bahwa layanan ini memiliki potensi besar dalam mempercepat respons pemerintah terhadap keluhan warga. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilannya tidak hanya bergantung pada keberadaan layanan itu sendiri, tetapi juga pada sistem pendukungnya.
“Kami mengingatkan agar tidak berhenti sebagai kanal baru tanpa perbaikan sistem yang mendasar,” ujarnya. Menurutnya, kecepatan respons dan transparansi penanganan laporan sangat penting untuk memastikan bahwa setiap aduan dapat ditindaklanjuti secara efektif.
Konektivitas dan Integrasi Sistem
Rio juga menyarankan agar sistem pengaduan tersebut terhubung langsung dengan dashboard terintegrasi yang bisa dipantau oleh wali kota. Hal ini akan memudahkan pemantauan perkembangan laporan dan mempercepat pengambilan keputusan.
“Kalau terhubung ke dashboard, wali kota bisa langsung memonitor perkembangan laporan. Ini akan mempercepat pengambilan keputusan,” tambahnya. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap laporan yang masuk dapat segera didistribusikan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tanpa hambatan birokrasi.
Tumpang Tindih Layanan Pengaduan
Namun, ia juga menyoroti potensi tumpang tindih layanan pengaduan di lingkungan Pemkot Surabaya. Saat ini, beberapa layanan serupa sudah berjalan, seperti aplikasi Wargaku, Call Center 112, serta berbagai hotline di masing-masing dinas dan satuan tugas, termasuk Satgas Premanisme dan Satgas Tanah.
“Jangan sampai masyarakat melihat ini sebagai penumpukan layanan. Pertanyaannya, apakah yang sebelumnya tidak efektif?” tanyanya. Ia menekankan pentingnya integrasi seluruh kanal aduan agar lebih efisien dan berdampak.
Manfaat Sistem Terintegrasi
Ia menjelaskan bahwa dengan sistem yang terintegrasi dan transparan, layanan pengaduan bisa menjadi early warning system yang sangat bagus. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih cepat merespons isu-isu yang muncul dan memastikan kepuasan warga.
“Kalau transparan dan terintegrasi, ini bisa jadi early warning system yang sangat bagus,” katanya. Ia berharap, dengan sistem yang baik, masyarakat dapat lebih percaya pada pemerintah dan merasa didengarkan.
Langkah Selanjutnya
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait. Integritas data, kecepatan respons, dan transparansi proses adalah kunci utama dalam membangun sistem pengaduan yang efektif dan berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah ini, Surabaya dapat menjadi contoh dalam penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.***

>
>

Saat ini belum ada komentar