DPRD: Edukasi Penting dalam Pengelolaan Bank Sampah di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Program penguatan ekosistem bank sampah yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mendapat dukungan dari DPRD Surabaya. Anggota Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, Rabbany Al Yunyfar, menilai program ini sebagai langkah positif dalam menghadapi tantangan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Edukasi menjadi kunci keberhasilan
Namun, Rabbany menegaskan bahwa pembentukan bank sampah di tingkat RT dan RW tidak cukup hanya sebatas program administratif. Ia menekankan perlunya sosialisasi yang masif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar memahami tata cara pengelolaan sampah serta manfaat yang bisa diperoleh.
“Program ini jangan hanya sebatas pembentukan bank sampah saja, tetapi harus ada sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat. Warga perlu diberikan pemahaman tentang cara memilah sampah dan manfaat ekonominya agar program ini benar-benar berjalan efektif,” ujarnya.
Partisipasi aktif masyarakat
Menurut Rabbany, keberhasilan bank sampah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi hal penting agar budaya pengelolaan sampah dapat tumbuh di lingkungan warga.
Ia menjelaskan bahwa bank sampah bukan hanya berdampak pada kebersihan kota, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik, kata dia, memiliki nilai jual dan dapat menjadi tambahan penghasilan bagi warga.
“Kalau dikelola serius, bank sampah bisa menjadi solusi lingkungan sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat. Ini yang perlu terus diedukasi,” tambahnya.
Kolaborasi untuk keberlanjutan
Politisi Gerindra itu juga berharap kolaborasi antara DLH Surabaya, pengurus RT/RW, serta masyarakat dapat terus diperkuat agar ekosistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Sebelumnya, DLH Surabaya mengajak seluruh RT dan RW di Kota Pahlawan untuk membangun ekosistem bank sampah sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Manfaat ekonomi dan lingkungan
Dalam keterangannya, Rabbany menekankan bahwa bank sampah memiliki potensi besar untuk menjadi sarana pengelolaan sampah yang efektif. Selain menjaga lingkungan, program ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat melalui penjualan sampah yang telah dipilah.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah dan lembaga terkait terus memberikan pendampingan dan bimbingan teknis kepada masyarakat agar mereka mampu mengelola bank sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Tantangan dan solusi
Meski program bank sampah menawarkan banyak manfaat, masih ada tantangan dalam penerapannya. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah. Untuk itu, diperlukan inovasi dalam penyampaian informasi, seperti pelatihan langsung, sosialisasi melalui media, dan penggunaan contoh nyata dari wilayah yang telah berhasil menerapkan program ini.
Langkah-langkah untuk sukses
– Pelaksanaan sosialisasi berkala
– Pemberian pelatihan teknis pengelolaan sampah
– Penyediaan infrastruktur pendukung
– Penguatan kerja sama antar komponen masyarakat
Dengan pendekatan yang tepat, bank sampah di Surabaya dapat menjadi model keberlanjutan yang berdampak luas, baik secara lingkungan maupun ekonomi.***

>
>

Saat ini belum ada komentar