Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Mojtaba Khamenei: Pemimpin Baru Iran yang Berada di Balik Layar, Ini Profilnya

Mojtaba Khamenei: Pemimpin Baru Iran yang Berada di Balik Layar, Ini Profilnya

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Mojtaba Khamenei, putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei, telah ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Keputusan ini dibuat oleh Majelis Ahli, lembaga yang berwenang memilih tokoh utama dalam sistem pemerintahan Republik Islam. Meski tidak pernah tampil secara terbuka atau memberikan pidato publik, Mojtaba dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh signifikan di lingkaran kekuasaan.

Latar Belakang dan Perjalanan Karier

Mojtaba lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, kota suci di timur laut Iran. Ia adalah anak kedua dari enam bersaudara dalam keluarga Khamenei. Pendidikan awalnya ditempuh di Sekolah Alavi, sebuah institusi pendidikan keagamaan di Teheran. Pada usia 17 tahun, ia sempat menghabiskan waktu di militer selama Perang Iran-Irak (1980–1988), konflik yang memperdalam ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Pada 1999, Mojtaba melanjutkan studi agama di Qom, pusat penting bagi teologi Syiah. Di sana, ia mulai mengenakan pakaian ulama, meski keputusan untuk menekuni studi keagamaan pada usia 30 tahun dianggap tidak biasa. Sebelum terpilih sebagai pemimpin tertinggi, ia masih berstatus sebagai ulama tingkat menengah.

Peran di Balik Layar

Meskipun tidak pernah menduduki jabatan pemerintahan atau berbicara di depan umum, Mojtaba dikenal sebagai “penjaga gerbang” menuju ayahnya. Informasi diplomatik AS yang bocor melalui WikiLeaks menyebutnya sebagai “kekuatan di balik jubah”. Selain itu, media internasional seperti Associated Press juga menggambarkan Mojtaba sebagai sosok yang dianggap “pemimpin tangguh dan cakap” dalam rezim Iran.

Selama beberapa hari terakhir, sejumlah media dan pejabat dekat lingkaran kekuasaan mulai menyebutnya dengan gelar “Ayatollah”, sebuah gelar yang biasanya diberikan kepada ulama senior. Pergeseran ini dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan legitimasi religius Mojtaba. Dalam tradisi keagamaan Iran, gelar “Ayatollah” dan kemampuan mengajar kelas tingkat lanjut menjadi indikator tingkat keilmuan dan pengetahuan seseorang.

Kontroversi dan Tantangan

Terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi berpotensi menimbulkan kontroversi. Salah satu prinsip dalam Republik Islam Iran adalah bahwa pemimpin tertinggi harus dipilih berdasarkan kedudukan religius dan rekam jejak kepemimpinan, bukan garis keturunan. Meski demikian, penunjukan Mojtaba menimbulkan pertanyaan tentang apakah sistem akan berubah menjadi lebih otoriter.

Ali Khamenei sendiri pernah menyatakan secara umum mengenai masa depan kepemimpinan, tetapi tidak pernah secara terbuka menanggapi spekulasi tentang Mojtaba. Dua tahun lalu, seorang anggota Majelis Ahli menyebut Khamenei menolak gagasan Mojtaba sebagai kandidat, namun sang pemimpin tidak pernah merespons secara langsung.

Isu Interferensi dalam Pemilu

Nama Mojtaba pertama kali mencuat ke permukaan pada pemilihan presiden 2005, yang dimenangkan oleh Mahmoud Ahmadinejad. Dalam surat terbuka, kandidat reformis Mehdi Karroubi menuduh Mojtaba ikut campur dalam proses pemungutan suara melalui jaringan IRGC dan milisi Basij. Tuduhan serupa muncul kembali saat pemilihan ulang Ahmadinejad pada 2009, yang memicu Gerakan Hijau.

Mostafa Tajzadeh, mantan wakil menteri dalam negeri, menyebut hasil pemilu sebagai “kudeta elektoral” dan kemudian dipenjara selama tujuh tahun. Menurutnya, penahanannya terjadi atas “kehendak langsung Mojtaba Khamenei”.

Masa Depan yang Penuh Tantangan

Banyak pihak memperkirakan Mojtaba akan melanjutkan garis kebijakan keras ayahnya. Namun, tantangan besar menanti: menjaga kelangsungan Republik Islam sekaligus meyakinkan publik bahwa ia layak memimpin negara yang sedang menghadapi krisis politik dan ekonomi. Rekam jejak kepemimpinannya masih minim, dan persepsi bahwa sistem berubah menjadi turun-temurun bisa semakin memperdalam ketidakpuasan masyarakat.

Selain itu, Mojtaba diyakini akan menjadi target nyata. Menteri Pertahanan Israel sebelumnya menegaskan bahwa siapa pun pengganti Khamenei akan menjadi “sasaran yang tak terbantahkan untuk dieliminasi”.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Digital sebagai Kunci Sukses Pemerintahan Kota Surabaya

    Inovasi Digital sebagai Kunci Sukses Pemerintahan Kota Surabaya

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 140
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemkot Surabaya kembali menunjukkan keunggulannya dalam penerapan inovasi pemerintahan. Dalam ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) 2025, Surabaya berhasil meraih gelar sebagai kota terinovatif di tingkat nasional. Penghargaan ini diberikan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selain itu, Surabaya juga memperoleh penghargaan khusus atas sebaran inovasi yang luas dan […]

  • Azhar Kahfi Gerindra Surabaya DPRD Surabaya Satgas Kampung Pancasila vandalisme Surabaya

    Gerindra Surabaya Respons Presiden Prabowo Soroti soal Rumah Radio Bung Tomo

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 171
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Partai Gerindra Surabaya menanggapi perhatian dan mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi Rumah Radio Bung Tomo yang sempat dibongkar. Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menegaskan komitmen untuk melestarikan situs bersejarah tersebut. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Amanat kepemimpinan nasional selaras dengan visi Pak Prabowo untuk […]

  • Optimalisasi Peran Bakohumas Sidoarjo untuk Ketahanan Informasi Nasional

    Optimalisasi Peran Bakohumas Sidoarjo untuk Ketahanan Informasi Nasional

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Diagramkota.com Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (28/11/2024). Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan peran Humas dalam menjaga ketahanan informasi nasional di tengah era digitalisasi yang semakin pesat.   Rakor Bakohumas kali ini mengusung tema “Transformasi Peran Humas: Meningkatkan Ketahanan […]

  • Cahyo siswo utomo DPRD Surabaya BPBD

    DPRD Surabaya Minta BPBD Siaga: Jangan Tunggu Banjir, Baru Bergerak

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 398
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Awal musim hujan tahun ini kembali membawa persoalan klasik bagi warga Kota Surabaya: banjir dan genangan air di sejumlah titik. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar lebih cepat dan tanggap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. “Sekarang ini sudah memasuki musim hujan, dan […]

  • Optimisme DJP Hadapi Puncak Pelaporan SPT Tahunan

    Optimisme DJP Hadapi Puncak Pelaporan SPT Tahunan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 124
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menunjukkan keyakinan tinggi terhadap kemampuan sistem Coretax dalam menghadapi puncak pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Hal ini terkait dengan kemungkinan tumpang tindihnya waktu pelaporan antara wajib pajak orang pribadi dan badan, yang diperkirakan akan berlangsung pada akhir April 2026. Kebijakan Fleksibel untuk Wajib Pajak Orang Pribadi DJP memberikan kelonggaran bagi […]

  • 7 Kontroversi Figur Publik Korea Selatan Paling Heboh 2025

    7 Kontroversi Figur Publik Korea Selatan Paling Heboh 2025

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 142
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pada tahun 2025, yang dianggap sebagai Tahun Ular Tanah, terjadi ketidakstabilan yang memengaruhi banyak orang. Negara Korea Selatan pun tidak terlepas dari situasi ini. Mulai dari kekacauan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga gelombang skandal yang mengguncang dunia hiburan, negara tersebut kini menghadapi masa pengawasan masyarakat yang intensif, pertanggungjawaban lembaga, serta perubahan dalam […]

expand_less