Cuaca Ekstrem di Surabaya: Pengaruh El Nino yang Harus Diperhatikan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Cuaca panas yang terjadi di Surabaya dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perubahan iklim yang signifikan. Meski musim kemarau belum sepenuhnya tiba, kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk mulai bersiap menghadapi cuaca yang lebih ekstrem. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena ini, termasuk pengaruh El Nino yang memperparah kekeringan.
Perkembangan Cuaca di Jawa Timur
Menurut prakirawan BMKG Juanda, Levi Ratnasari, awal musim kemarau di Surabaya diperkirakan akan terjadi pada dasarian III Mei 2026. Namun, sebagian wilayah seperti Surabaya Barat sudah mulai merasakan suhu yang lebih tinggi sejak pertengahan Mei. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak lagi bersifat linear, melainkan lebih dinamis dan memerlukan pemantauan yang intensif.
“Secara umum, awal musim kemarau di Surabaya terjadi pada akhir Mei,” ujar Levi. “Namun, ada wilayah tertentu yang lebih dulu mengalami kondisi kering.”
El Nino dan Dampaknya pada Iklim Indonesia
El Nino adalah fenomena alam yang terjadi akibat pemanasan permukaan laut di Samudra Pasifik. Fenomena ini sering kali berdampak pada pola curah hujan dan suhu udara di berbagai daerah. Di Indonesia, El Nino bisa menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan intensif.
Meski istilah “Godzilla El Nino” sempat ramai dibicarakan di media sosial, Levi menjelaskan bahwa istilah tersebut bukanlah istilah resmi dari BMKG. Namun, ia mengonfirmasi bahwa El Nino memang diprediksi memengaruhi musim kemarau tahun ini.
“Kondisi kemarau akan terasa lebih kering dan terik karena dipengaruhi El Nino,” katanya.
Persiapan Masyarakat Menghadapi Cuaca Panas
BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan antisipasi sejak dini. Salah satu langkah penting adalah bijak dalam menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan musim kemarau yang diperkirakan lebih kering, kebutuhan air akan meningkat secara signifikan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari pembakaran lahan, yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Tindakan ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah kerusakan yang lebih besar.
Ancaman Kesehatan Akibat Cuaca Panas
Cuaca panas yang terjadi saat ini juga berpotensi memicu gangguan kesehatan, seperti heat stroke. Kondisi ini sangat rentan terjadi pada anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi medis tertentu.
Untuk mencegahnya, masyarakat disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan saat suhu mencapai titik tertentu, minum air secara cukup, serta mengenakan pakaian yang menyerap keringat.
Pentingnya Kesadaran Lingkungan
Selain faktor cuaca, masyarakat juga perlu sadar akan dampak lingkungan dari aktivitas manusia. Pembakaran lahan, penggunaan air secara berlebihan, dan polusi udara dapat memperparah kondisi iklim yang sudah sulit.
Dengan kesadaran yang baik, masyarakat dapat membantu mengurangi dampak negatif dari cuaca ekstrem dan menjaga kualitas hidup di masa depan.
Cuaca panas yang terjadi di Surabaya menjadi peringatan bahwa perubahan iklim semakin nyata. Dengan informasi dari BMKG dan tindakan preventif yang tepat, masyarakat dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih siap. Pemahaman tentang El Nino dan dampaknya pada iklim lokal sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.***

>

Saat ini belum ada komentar