Menteri PU Dody Hanggodo: Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Progres Mencapai 45% dan Tantangan yang Menghadang
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Kementerian PU)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kota Surabaya, Jawa Timur, terus berjalan dengan progres mencapai sekitar 45%. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meninjau langsung proyek ini untuk memastikan bahwa pekerjaan konstruksi sesuai target penyelesaian pada 20 Juni 2026. Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa progres yang dicapai saat ini dinilai baik, meskipun masih ada beberapa daerah yang tertinggal.
Fasilitas yang Dibangun dan Target Siswa
Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya akan memiliki fasilitas lengkap yang mencakup ruang kelas untuk jenjang SD, SMP hingga SMA dengan kapasitas hingga 1.000 siswa. Selain itu, proyek ini juga dilengkapi dengan asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, kantin, instalasi air bersih, serta sarana olahraga seperti lapangan basket dan mini soccer. Fasilitas-fasilitas ini dirancang agar dapat memberikan lingkungan belajar yang nyaman dan layak bagi para siswa.
Peran Waskita Karya dalam Konstruksi
Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor Waskita Karya–CAG KSO melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur. Hingga saat ini, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 571 orang, dan pihak kontraktor terus berupaya mengoptimalkan sumber daya manusia guna mempercepat proses pembangunan. Menteri Dody menegaskan bahwa kualitas pekerjaan yang telah dilakukan dinilai baik, namun tetap diperlukan koordinasi dan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi keterlambatan.
Komitmen Pemerintah dalam Pendidikan yang Layak
Menteri Dody menekankan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan pendidikan yang layak dan terintegrasi. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan yang layak, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Caranya adalah dengan menyekolahkan putra-putri mereka di sekolah yang proper dan baik, diasramakan, diberikan baju dan makanan bergizi.
Tantangan dan Langkah Penyelesaian
Meskipun progres secara keseluruhan terkendali, terdapat beberapa lokasi yang masih tertinggal. Menteri Dody menyarankan agar langkah-langkah konkret di lapangan segera diambil, termasuk penambahan tenaga kerja dan penguatan pengawasan. Ia berharap progres yang baik saat ini akan memungkinkan pembangunan selesai sebelum 20 Juni 2026 sehingga fasilitas bisa dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.
Keberlanjutan dan Manfaat Bagi Masyarakat
Kementerian PU berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah agar dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan dalam membangun infrastruktur pendidikan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga menyoroti pentingnya koordinasi dan pengawasan di lapangan agar kualitas pekerjaan tetap terjaga. Ia menekankan bahwa setiap pihak harus menjaga komitmen agar pembangunan dapat selesai tepat waktu. Dengan progres yang baik saat ini, ia optimis proyek akan selesai sebelum tanggal target dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.***

>
>
Saat ini belum ada komentar