Presiden Prabowo Subianto Tetap Konsisten dengan Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun negara menghadapi tantangan anggaran akibat krisis global. Ia menyatakan bahwa penghematan anggaran bisa dilakukan di sektor lain tanpa harus menghentikan program tersebut. Pernyataan ini disampaikannya dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang tayang di saluran YouTube resmi Prabowo Subianto.
Komitmen Terhadap Kesejahteraan Rakyat
Prabowo memperkuat keyakinannya bahwa MBG adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat, khususnya anak-anak yang masih mengalami stunting. Dalam sesi wawancara, ia mengingatkan pengalaman selama kampanye politiknya di berbagai daerah, di mana banyak anak usia 11 tahun memiliki tinggi badan seperti anak berusia empat tahun.
“Lebih baik uang digunakan untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi,” ujarnya. “Anda tidak pernah melihat betapa buruknya kondisi anak-anak yang stunting.”
Manfaat Ekonomi Jangka Panjang
Program MBG bukan hanya sekadar upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga investasi jangka panjang. Prabowo menunjukkan data dari lembaga internasional seperti Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB. Menurut kajian mereka, setiap dolar yang dialokasikan dalam program ini menghasilkan manfaat antara tujuh hingga 35 dolar dalam jangka pendek maupun panjang.
“Saya didatangi oleh Rockefeller Institute dari Amerika Serikat. Mereka mengatakan bahwa MBG adalah investasi terbaik yang pernah saya lakukan,” ujarnya. “Ini merupakan investasi untuk capital manusia kita.”
Penghematan Di Sektor Lain
Meski situasi ekonomi sedang sulit, Prabowo menegaskan bahwa krisis global bukan alasan untuk menghentikan MBG. Ia menilai masih ada banyak cara untuk melakukan penghematan di sektor lain, termasuk di bidang infrastruktur dan pengelolaan keuangan pemerintah.
“Masih banyak cara lain yang bisa kita hemat,” katanya. “Kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang, dan kita akan terus melakukan itu.”
Penindakan Tegas terhadap Pelanggaran
Selain itu, Prabowo juga menyatakan bahwa pemerintah telah menindak tegas pelanggaran yang terjadi di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari seribu titik layanan MBG telah ditutup karena tidak memenuhi standar. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program tersebut benar-benar mencapai sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1000 lebih yang sudah kita tutup,” ujarnya.
Perhatian Global terhadap Program MBG
Program MBG juga mendapat perhatian internasional. Saat ini, lebih dari 100 negara telah menerapkan model serupa. Indonesia menjadi negara ke-77 yang memulai program ini. Keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional membuatnya menjadi contoh bagi negara-negara lain.
Ketimpangan Ekonomi dan Kebutuhan Daerah
Prabowo juga menyentil ketimpangan ekonomi yang masih terjadi di Indonesia. Ia menilai bahwa program MBG sangat penting bagi masyarakat yang belum merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi secara merata, terutama di daerah-daerah luar Pulau Jawa.
“Sebagian besar rakyat kita masih kesulitan hidup. Mereka butuh bantuan, dan MBG adalah salah satu solusinya,” ujarnya. “Anak-anak dari keluarga kaya di Menteng tidak perlu program ini, tapi anak-anak dari daerah terpencil pasti membutuhkannya.”
Dengan komitmen kuat dan dukungan internasional, program MBG tetap menjadi prioritas pemerintah. Prabowo yakin bahwa dengan langkah-langkah yang tepat, program ini akan terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa.*

>
>
>

Saat ini belum ada komentar