Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » DPRD Surabaya: Solusi Berbasis Alam untuk Mengatasi Masalah Banjir di Surabaya

DPRD Surabaya: Solusi Berbasis Alam untuk Mengatasi Masalah Banjir di Surabaya

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang terus berkembang dan menjadi pusat ekonomi di Jawa Timur, masih menghadapi tantangan besar dalam menghadapi banjir. Hingga Maret 2026, sebanyak 138 titik genangan masih tercatat belum terselesaikan dengan durasi surut yang dinilai terlalu lama. Hal ini memicu upaya baru dari DPRD Kota Surabaya untuk mencari solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Perubahan Pendekatan Penanganan Banjir

Selama ini, penanganan banjir cenderung fokus pada pembangunan saluran drainase. Namun, menurut Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, pendekatan konvensional tersebut tidak lagi cukup menghadapi intensitas hujan yang semakin tinggi. Ia menjelaskan bahwa debit air saat hujan ekstrem tidak akan tertampung hanya dengan drainase.

“Selama ini penanganan banjir cenderung fokus pada pembangunan saluran. Padahal, debit air saat hujan ekstrem tidak akan tertampung hanya dengan drainase,” ujar Eri.

Untuk itu, DPRD mulai mengadopsi solusi berbasis alam seperti pembangunan sumur resapan, kolam retensi, biopori, serta optimalisasi waduk atau bozem yang sudah ada. Konsep ini mengedepankan prinsip memanen air, bukan langsung mengalirkannya ke saluran.

Manfaat dan Tantangan Penerapan Solusi Berbasis Alam

Penerapan solusi berbasis alam diharapkan mampu mengurangi beban sistem drainase dengan menyerap sebagian air hujan ke tanah atau menampungnya sementara. Selain itu, langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan cadangan air tanah di Surabaya yang terus menurun.

Namun, penerapan solusi tersebut tidak bisa dilakukan secara merata. Eri menegaskan bahwa kajian geologis tetap diperlukan karena kondisi tanah di Surabaya tidak sama di setiap wilayah.

“Tidak semua wilayah cocok untuk sumur resapan. Kalau dipaksakan di tanah yang sudah jenuh, hasilnya tidak akan optimal,” jelasnya.

Pentingnya Normalisasi Saluran

Selain mendorong solusi baru, DPRD juga menyoroti persoalan lama yang hingga kini belum tertangani secara optimal, yakni sedimentasi saluran. Di sejumlah kawasan seperti Simo dan Menur Pumpungan, kapasitas saluran bahkan disebut tinggal sekitar 50 persen akibat endapan lumpur yang mengeras.

Menurut Eri, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur baru tidak akan efektif tanpa diimbangi normalisasi saluran yang sudah ada.

“Banyak saluran di perkampungan sudah puluhan tahun tidak dibersihkan. Mau bangun baru sebanyak apa pun, kalau yang lama tidak dinormalisasi, banjir tetap terjadi,” tambahnya.

Penggunaan Dana Kelurahan untuk Pemeliharaan Rutin

Untuk itu, DPRD mengusulkan agar dana kelurahan (dakel) tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga dikunci untuk pemeliharaan rutin. Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengadaan alat sedot lumpur, pompa portabel, hingga operasional pembersihan saluran di tingkat RW dan RT.

Dari sisi anggaran, alokasi penanganan banjir pada 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran Rp1 triliun, sama seperti tahun sebelumnya. Namun, DPRD mendorong agar sekitar 10–20 persen dari anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk solusi berbasis alam dan pemeliharaan saluran.

Indikator Keberhasilan Program

Dalam Raperda Pengendalian Banjir yang saat ini masih dibahas, keberhasilan program akan diukur melalui tiga indikator utama, yakni durasi genangan, luas wilayah terdampak, dan tinggi genangan.

“Targetnya realistis. Bukan menghilangkan genangan sepenuhnya, tetapi meminimalkan dampaknya agar aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan,” ungkap Eri.

Selain itu, tinggi sedimen di saluran dan sungai juga akan menjadi indikator evaluasi. Jika melebihi ambang batas, maka pengerukan wajib segera dilakukan oleh dinas terkait maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Kombinasi Solusi untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan

Kombinasi antara normalisasi rutin dan penerapan solusi berbasis alam menjadi kunci utama untuk menekan risiko banjir di tengah tantangan perubahan iklim dan kepadatan permukiman di Surabaya. Dengan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan, harapan besar diarahkan agar Surabaya dapat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem dan menjaga kualitas hidup masyarakat.***

 

  • Penulis: Diagram Kota

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Semua Orang Bisa Merespons Tulus Marsha Aruan Saat Disinggung Momen El Rumi Lamar Syifa Hadju

    Tidak Semua Orang Bisa Merespons Tulus Marsha Aruan Saat Disinggung Momen El Rumi Lamar Syifa Hadju

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Kehadiran Syifa Hadju di Swiss dengan Lamaran yang Romantis DIAGRAMKOTA.COM – Syifa Hadju, seorang artis cantik, baru saja menerima lamaran dari kekasihnya, El Rumi. Kejadian tersebut berlangsung di Swiss, sebuah negara yang selama ini menjadi impian bagi Syifa. Keberadaan di sana kini menjadi momen tak terlupakan baginya. Kabar bahagia ini diumumkan melalui unggahan Instagram pada hari […]

  • Kisah Penjaga Makam di Situbondo yang Bergantung pada Sumbangan

    Kisah Penjaga Makam di Situbondo yang Bergantung pada Sumbangan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 112
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Hairudin (67) sering berjalan dengan posisi membungkuk, mengenakan baju batik lengan panjang dan celana pendek serta menggunakan topi jerami saat bekerja di sawah yang diberi tanggung jawab oleh orang lain. Selain bekerja sebagai petani, Hairudin juga bertugas sebagai penjaga kuburan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalimas Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. […]

  • Saldi Isra Kritik Keras KPU Yapen: Hanya Tipu-tipu Saja

    Saldi Isra Kritik Keras KPU Yapen: Hanya Tipu-tipu Saja

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Kritik terhadap Kinerja KPU Kabupaten Kepulauan Yapen DIAGRAMKOTA.COM – Dalam sidang sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2024, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Saldi Isra, memberikan kritik tajam terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Yapen. Penilaian ini muncul setelah putusan MK yang menunjukkan adanya kejanggalan dalam proses pemungutan suara. Kejanggalan dalam Proses Rekapitulasi Suara […]

  • Ketua Dewan Pembina PWDPI, Ike Edwin Sambut Kunjungan Danlanud M.Bun Yamin, Letkol Pnb, Oktav

    Ketua Dewan Pembina PWDPI, Ike Edwin Sambut Kunjungan Danlanud M.Bun Yamin, Letkol Pnb, Oktav

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 193
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Lamban Gedung Kuning (LGK), kediaman milik Ketua Dewan Pembina, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., atau yang akrab disapa Dang Ike, di Jalan Pangeran Suhaimi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Kamis malam (10/7/2025). […]

  • DPRD Kabupaten Cianjur

    Setelah Kunjungan DPRD, RSUD Sayang Cianjur Siap Bangun Gedung Rawat Inap 5 Lantai

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 85
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur mengalami kekurangan tempat tidur untuk pasien rawat inap. Keadaan ini menyebabkan puluhan pasien harus menumpuk dan menjalani perawatan selama beberapa hari di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Isu ini terungkap setelah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur mengunjungi fasilitas kesehatan utama di wilayah Kabupaten Cianjur […]

  • Bimtek di Gresik, Komisi VII DPR RI Dorong Wisata Bersih

    Bimtek di Gresik, Komisi VII DPR RI Dorong Wisata Bersih

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 266
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi VII DPR RI terus mendorong pembangunan sektor pariwisata berbasis masyarakat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Kabupaten Gresik. Acara yang berlangsung pada Minggu (27/4) ini mengusung tema “Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Destinasi Wisata Bersih” dan dihadiri langsung oleh anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, S.I.K., M.IP.(29/04/25) Kegiatan […]

expand_less