Reses DPRD Surabaya, Warga Kaliasin Teriak Soal BPJS dan Beasiswa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i saat reses di Kaliasin, Sabtu (7/2/2026)(dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, menggelar kegiatan jaring aspirasi masyarakat (reses) di Kampung Kaliasin RT 14 RW 11, Kelurahan Kedongdoro, Kecamatan Tegalsari, Sabtu (7/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan beragam persoalan krusial mulai dari akses beasiswa pendidikan, program rumah tidak layak huni (Rutilahu), hingga pelayanan BPJS Kesehatan di rumah sakit swasta.
Perubahan Status Desil Picu Kekhawatiran Warga Miskin
Salah satu keluhan datang dari seorang ibu yang mempertanyakan perubahan status keluarganya dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ia mengaku sebelumnya tercatat sebagai keluarga desil 1, namun kini berubah menjadi desil 5.
Perubahan itu membuatnya khawatir terhadap masa depan pendidikan putrinya yang saat ini duduk di kelas XII SMA dan bercita-cita melanjutkan kuliah.
“Selama SMA anak saya masih dapat bantuan PIP. Tapi saya takut nanti tidak bisa dapat KIP Kuliah karena status desil kami berubah,” ujarnya dengan nada cemas.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga tidak mengalami perubahan signifikan. “Hidup kami ya tetap pas-pasan seperti dulu,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Imam Syafi’i menegaskan akan membantu mencarikan akses beasiswa bagi putri warga tersebut, baik melalui Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya maupun KIP Kuliah.
“Jangan berkecil hati. Selama anak punya semangat belajar, pasti ada jalan. Kami akan bantu mengawal,” ujar Imam.
Lansia Janda Harapkan Bantuan Rutilahu
Aspirasi lain datang dari seorang lansia berusia hampir 70 tahun yang hidup sebatang kara. Ia mengeluhkan kondisi rumahnya yang nyaris roboh dan berharap bisa mendapatkan program Rutilahu Kota Surabaya.

>
