Persebaya Surabaya Hadapi Tantangan Khusus Selama Ramadan 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 16 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya, salah satu klub sepak bola ternama di Indonesia, menghadapi tantangan unik selama bulan suci Ramadan 2026. Tim yang dikenal dengan julukan Bajol Ijo ini dijadwalkan melakoni empat pertandingan dalam rentang waktu dua pekan. Hal ini membutuhkan perencanaan matang dan pengelolaan kondisi pemain yang sangat ketat agar tetap optimal selama berpuasa.
Jadwal Pertandingan yang Padat
Persebaya Surabaya akan menjalani laga-laga penting dalam kurun waktu singkat. Setelah melawan Persijap Jepara pada Sabtu (21/2/2026), tim akan menghadapi PSM Makassar (25/2/2026), kemudian Persib Bandung (2/3/2026), dan terakhir Borneo FC (7/3/2026). Jarak antar pertandingan hanya berkisar antara 3 hingga 5 hari, sehingga menuntut kecepatan pemulihan fisik dan mental pemain.
Strategi Pengelolaan Energi
Untuk menghadapi tekanan tersebut, pelatih dan tim medis Persebaya telah menyiapkan strategi khusus. Salah satunya adalah manajemen energi yang efektif. Dengan puasa yang membatasi pola makan dan jam istirahat, kebutuhan nutrisi dan cairan harus dipenuhi secara optimal.
Dokter tim Persebaya, dr. Ahmad Ridhoi, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang program khusus untuk memastikan pemain tetap sehat. “Yang paling penting adalah manajemen energi. Saat Ramadan, pemain tetap berlatih dan bertanding dengan intensitas tinggi. Karena itu, kami atur pola makan saat sahur dan berbuka supaya kebutuhan kalori dan cairan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Monitoring Kondisi Pemain Secara Rutin
Selain itu, tim medis juga melakukan monitoring harian terhadap kondisi pemain. Proses ini mencakup berat badan, kadar hidrasi, serta kualitas tidur. Jika ada tanda-tanda kelelahan berlebih, langsung dilakukan penyesuaian program latihan atau istirahat.
“Kami melakukan pengecekan rutin. Kalau ada tanda-tanda kelelahan berlebih, langsung kami komunikasikan dengan tim pelatih untuk penyesuaian program,” tambah Ridhoi.
Fokus pada Pemulihan Cepat
Pemulihan cepat menjadi kunci utama dalam menghadapi jadwal padat ini. Tim medis memaksimalkan periode 24–48 jam setelah pertandingan untuk memulihkan kondisi pemain. Dengan pendekatan ini, Persebaya optimistis mampu melewati fase krusial Ramadan 2026 dengan hasil maksimal.
Keberlanjutan dalam Performa
Meski tantangan besar menghadang, Persebaya Surabaya tetap percaya diri. Dengan disiplin pemain dan perencanaan matang, klub asal Surabaya ini berharap dapat mempertahankan performa terbaiknya sepanjang Ramadan 2026. Ini menjadi bukti bahwa olahraga profesional tidak bisa dihentikan oleh ritual keagamaan, tetapi justru bisa menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen dan dedikasi.
Bulan Suci yang Menyatu dengan Olahraga
Ramadan 2026 tidak hanya menjadi bulan bagi umat Muslim untuk beribadah, tetapi juga menjadi momen penting bagi olahraga. Di tengah kesibukan berpuasa, para atlet seperti pemain Persebaya Surabaya harus menyeimbangkan antara ibadah dan kompetisi. Hal ini menunjukkan bahwa semangat sportivitas dan kepercayaan pada Tuhan bisa berjalan bersamaan.
Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari pelatih serta tim medis, Persebaya Surabaya siap membuktikan bahwa kesuksesan dalam olahraga bisa diraih tanpa mengorbankan nilai-nilai agama. Mereka menjadi contoh bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh kerja keras, disiplin, dan kepercayaan diri.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar