Peran Pemerintah dalam Menghadapi Rencana Impor Mobil dari India, Dasco Minta Tunda
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pembangunan dan pengembangan ekonomi suatu negara sering kali diiringi dengan berbagai kebijakan yang memengaruhi sektor industri. Salah satu isu yang saat ini menjadi perhatian adalah rencana impor 105 ribu mobil dari India oleh perusahaan otomotif Agrinas Pangan Nusantara. Rencana ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama karena adanya kritik terhadap kesesuaian dengan komitmen pemerintah untuk mendukung produksi dalam negeri.
Komentar dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan pesan kepada pemerintah agar menunda rencana impor tersebut sementara waktu. Dasco menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto masih dalam masa kunjungan kerja luar negeri, sehingga tidak tepat untuk mengambil keputusan besar dalam situasi seperti ini. Menurutnya, Presiden akan lebih baik membahas hal tersebut secara detail setelah kembali ke tanah air.
“Kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri,” ujar Dasco saat berbicara di kompleks parlemen Jakarta. Ia juga menambahkan bahwa Presiden akan meminta pendapat dan mengevaluasi kesiapan perusahaan dalam negeri sebelum mengambil keputusan akhir.
Latar Belakang Rencana Impor
Rencana impor mobil dari India pertama kali diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), dalam laman resmi mereka pada 4 Februari 2026. M&M mengumumkan bahwa mereka akan menyuplai 35.000 unit Scorpio Pikup. Selanjutnya, pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengonfirmasi bahwa pihaknya akan mengimpor 105.000 mobil dari perusahaan India.
Jumlah kendaraan tersebut terdiri atas 35.000 unit mobil pikap ukuran 4×4 dari M&M, 35.000 unit pikap 4×4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors. Meskipun jumlah ini terlihat besar, beberapa pihak mengkritisi rencana tersebut dan meminta pemerintah untuk membatalkannya.
Kritik terhadap Rencana Impor
Anggota DPR RI Ahmad Iman Sukri menilai bahwa rencana impor seratusan ribu mobil itu bertentangan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden sangat bangga menggunakan kendaraan produksi lokal, bahkan seluruh menteri dan pejabat pemerintah diarahkan untuk menggunakan Maung, yaitu mobil nasional.
Kritik ini menunjukkan bahwa masyarakat dan tokoh-tokoh politik merasa khawatir jika rencana impor ini justru akan mengurangi peluang bagi industri dalam negeri. Dengan demikian, penting bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kepentingan nasional dalam setiap kebijakan yang diambil.
Tantangan dan Peluang
Meski ada kritik, rencana impor mobil dari India juga bisa menjadi peluang bagi pasar otomotif Indonesia. Dengan masuknya produk asing, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan budget. Namun, hal ini harus sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing industri dalam negeri.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar