Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah untuk Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, kembali menggelar kegiatan pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Imlek 2026 dan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Kebijakan ini diharapkan mampu memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menjelaskan bahwa pasar murah menjadi salah satu langkah strategis dalam mengendalikan harga bahan pokok. Ia menekankan bahwa kegiatan ini dilakukan lebih masif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, terutama pada bulan Ramadhan.
“Kami terus berkoordinasi dengan petani dan gapoktan di daerah penghasil untuk memastikan distribusi ke Surabaya tetap lancar,” ujarnya. Hal ini dilakukan guna menghadapi fluktuasi harga yang sering terjadi akibat faktor cuaca dan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang momen penting tersebut.
Harga Bahan Pokok Stabil, Namun Cabai Masih Jadi Perhatian Utama
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya per 2 Februari 2026 secara umum masih relatif stabil. Contohnya, harga beras premium mencapai Rp15.416 per kilogram, sedangkan beras medium mengalami penyesuaian tipis menjadi Rp12.750 per kilogram. Gula kristal putih terpantau stabil di kisaran Rp16.833 per kilogram, sementara minyak goreng curah tetap di harga Rp19.916 per kilogram.
Namun, ada beberapa komoditas yang menjadi fokus perhatian pemerintah. Salah satunya adalah cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram, sementara cabai merah keriting dan cabai merah masing-masing menjadi Rp30.166 per kilogram dan Rp26.500 per kilogram. Mia menyatakan bahwa fluktuasi harga cabai masih dalam batas wajar, meskipun dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan akibat faktor cuaca di musim penghujan.
Strategi Pemerintah dalam Menghadapi Kenaikan Permintaan
Selain pasar murah, pemerintah juga melakukan pemantauan intensif terhadap harga bahan pokok di berbagai pasar. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat dapat terjaga. Mia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat upaya pengendalian harga bahan pokok hingga momen-momen besar berlalu.
Keterlibatan Petani dan Gapoktan
Untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap lancar, Dinkopumdag bekerja sama erat dengan para petani dan kelompok tani (gapoktan) di daerah penghasil. Koordinasi ini bertujuan agar distribusi bahan pokok ke Surabaya tidak terganggu, terutama saat permintaan meningkat menjelang Imlek dan Ramadhan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar