Harapan Warga Krisik Mulai Tumbuh di Tengah Ramadan
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Terik matahari siang ini terasa lebih menyengat dari biasanya. Debu beterbangan setiap kali adukan semen diolah dan dituang ke badan jalan yang telah diratakan.
Di tengah suasana Ramadan, semangat para prajurit TNI dan warga Desa Krisik tak sedikit pun surut. Mereka bahu-membahu menyelesaikan rabat jalan yang selama ini menjadi harapan bersama.
Rabat jalan sepanjang 1.087 meter yang dilakukan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0808/Blitar itu membawa angin segar bagi masyarakat Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Bagi masyarakat di sana, jalan tersebut bukan sekadar akses penghubung, namun sudah menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari.
“Jalan ini vital bagi warga, bisa dikatakan dari anak-anak hingga dewasa menggunakan jalan ini. Entah itu untuk perekonomian, pertanian, pendidikan, hingga menuju ke fasilitas umum dan kesehatan,” kata Kepala Desa Krisik Hari Budi Setyawan.
Secara khusus, Hari menyebut bahwa akses jalan tersebut menghubungkan Dusun Krisik menuju Dusun Wonorejo. Keberadaannya sangat membantu warga Dusun Krisik yang lokasinya relatif terpencil.
“Kalau musim hujan tiba, jalan berubah licin dan berlumpur yang menyulitkan kendaraan melintas. Kondisi ini membuat warga Dusun Krisik seperti terisolasi tidak bisa kemana-mana. Karena untuk mendapatkan berbagai pelayanan yang tersedia, warga Dusun Krisik harus melalui jalan satu-satunya ini,” jelasnya.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengharapkan akses jalan tersebut dapat membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat.
“Saat jalannya sudah bagus, tentu aktivitas perekonomian, pendidikan, pertanian, peternakan, serta kegiatan lainnya pasti akan lebih lancar. Hal ini pada akhirnya berdampak terhadap meningkatkannya perekonomian dan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Selain itu, akses jalan yang semakin baik diharapkan juga akan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan mendukung serta mengembangkan berbagai potensi desa.
Danrem juga menekankan bahwa pembangunan melalui program TMMD bukan semata-mata tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
“Melalui TMMD, kami ingin hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan di daerah. Semoga apa yang kita kerjakan bersama ini dapat memberikan manfaat jangka panjang,” pungkasnya.(dk/tgh)
- Penulis: Teguh Priyono

>
>
>
