Rupiah Mengalami Penurunan Nilai Tukar di Awal Pekan per dolar AS (USD)
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Nilai tukar rupiah pada hari Rabu, 7 Januari 2026, mengalami penurunan di awal perdagangan. Kurs mata uang Indonesia tercatat melemah sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.761 per dolar AS dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp16.758 per dolar AS.
Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah
Beberapa faktor dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Salah satunya adalah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di berbagai wilayah dunia. Ketidakpastian situasi politik dan ekonomi global sering kali memengaruhi sentimen investor dan pelaku pasar, sehingga menyebabkan arus modal keluar dari aset berisiko seperti mata uang negara berkembang.
Selain itu, sikap “risk-off” dari para pemain pasar juga turut berkontribusi. Ketika pasar cenderung lebih hati-hati dan menghindari risiko, maka permintaan terhadap aset yang dianggap aman seperti dolar AS meningkat, sementara nilai tukar mata uang lainnya, termasuk rupiah, cenderung melemah.
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah dalam Beberapa Hari Terakhir
Dalam beberapa hari terakhir, rupiah terus mengalami fluktuasi. Pada Senin pagi, rupiah sempat menguat menjadi Rp16.722 per dolar AS. Namun, dalam beberapa hari berikutnya, rupiah kembali melemah akibat berbagai isu yang muncul, termasuk ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dan situasi di Venezuela.
Kemarin, rupiah juga mengalami pelemahan, dengan kurs mencapai Rp16.746 per dolar AS. Hal ini menunjukkan bahwa rupiah masih rentan terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk perubahan kebijakan moneter dan konflik geopolitik.
Proyeksi Perkembangan Rupiah
Meski ada prediksi bahwa rupiah bisa menguat jika data manufaktur AS menunjukkan kontraksi, saat ini rupiah masih cenderung melemah. Para analis menilai bahwa kondisi pasar tetap tidak stabil dan akan terus dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi.
Tanggapan dari Narasumber
Seorang ekonom independen mengatakan, “Pelemahan rupiah hari ini bukanlah hal yang mengejutkan. Kita harus memahami bahwa pasar valuta asing sangat sensitif terhadap isu-isu global. Selama situasi ketegangan geopolitik tidak mereda, rupiah akan sulit untuk pulih sepenuhnya.”
Ia menambahkan, “Masyarakat sebaiknya tetap waspada dan memantau perkembangan pasar secara berkala. Jika diperlukan, sebaiknya lakukan transaksi valuta asing dengan hati-hati.”
Rekomendasi untuk Masyarakat
Bagi masyarakat yang memiliki rencana transaksi valuta asing, disarankan untuk memantau perkembangan nilai tukar secara rutin. Bisa juga melakukan diversifikasi aset guna mengurangi risiko kerugian akibat pelemahan rupiah.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas finansial pribadi. Jika memungkinkan, lakukan pengelolaan keuangan dengan bijak agar tidak terganggu oleh fluktuasi nilai tukar.***





Saat ini belum ada komentar