Prediksi Kenaikan Harga Emas Dunia pada 2026 Hingga USD 6.000
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pengamat ekonomi dan analis pasar menyatakan bahwa harga emas global diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Prediksi ini muncul sebagai respons terhadap berbagai faktor yang memengaruhi pasar logam mulia, termasuk ketidakstabilan geopolitik, fluktuasi ekonomi global, serta harapan penurunan suku bunga di Amerika Serikat.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Salah satu alasan utama kenaikan harga emas adalah meningkatnya permintaan akan aset lindung nilai. Investor cenderung mencari bentuk investasi yang stabil di tengah ketidakpastian, seperti perang dagang, krisis politik, atau ancaman resesi. Hal ini membuat emas menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin melindungi portofolio dari volatilitas pasar.
Selain itu, prediksi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS juga turut memengaruhi tren harga emas. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menurunkan biaya pinjaman, sehingga mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan permintaan akan aset seperti emas.
Perkembangan Harga Emas Terkini
Harga emas global telah mencatat rekor tinggi dalam beberapa minggu terakhir. Pada akhir Januari 2026, harga emas spot mencapai USD 5.100 per troy ons, dengan kenaikan sebesar 1,2 persen pada hari Selasa (27/1). Pada Senin (26/1), harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di USD 5.110,50 per troy ons.
Analis dari Deutsche Bank dan Societe Generale memperkirakan bahwa harga emas bisa mencapai USD 6.000 per troy ons pada 2026. Prediksi ini didasarkan pada proyeksi permintaan yang terus meningkat dan kemungkinan peningkatan pembelian dari bank sentral di seluruh dunia.
Perhatian Pasar terhadap Kebijakan Federal Reserve
Pelaku pasar saat ini sedang memantau rapat kebijakan Federal Reserve yang dimulai pada Selasa (27/1). Meskipun diperkirakan suku bunga acuan akan tetap stabil, investor tetap waspada terhadap pengumuman mengenai pengganti Ketua The Fed, Jerome Powell. Perubahan kepemimpinan di bank sentral AS dapat memengaruhi kebijakan moneter dan, secara tidak langsung, memengaruhi harga emas.
Perkembangan Harga Logam Mulia Lainnya
Di samping emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami perubahan signifikan. Harga perak spot melonjak 7,4 persen menjadi USD 111,59 per ons setelah mencetak rekor tertinggi di USD 117,69 per ons pada Senin (26/1). Sepanjang tahun ini, harga perak telah meningkat lebih dari 50 persen.
Sementara itu, harga platinum turun 3,1 persen ke level USD 2.673,50 per ons, sedangkan harga paladium naik 2,2 persen menjadi USD 2.025,60 per ons.
Proyeksi Jangka Panjang
BMI, unit dari Fitch Solutions, memprediksi bahwa harga perak akan melemah dalam beberapa bulan ke depan. Alasan utamanya adalah meredanya ketatnya pasokan dan mulai memuncaknya permintaan industri, sejalan dengan perlambatan ekonomi China daratan.
Dengan situasi ekonomi yang terus berubah, pasar logam mulia akan terus menjadi perhatian utama bagi investor dan analis. Prediksi kenaikan harga emas hingga USD 6.000 per troy ons pada 2026 menunjukkan bahwa emas masih menjadi aset yang diminati dalam jangka panjang.

>

Saat ini belum ada komentar