Pergerakan Pasar Saham dan Aksi Penarikan Dana Asing, BBRI?
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 47 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar saham Indonesia mengalami fluktuasi yang signifikan pada hari Selasa (27/1), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis sebesar 0,05% ke level 8.980,23. Meskipun terjadi penguatan, pasar juga mencatatkan aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai Rp 1,61 triliun. Hal ini menunjukkan ketidakpastian di tengah dinamika ekonomi dan pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Investor kini tengah memantau musim laporan kinerja emiten dan mengamati perkembangan nilai tukar rupiah. Kondisi ini menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan pasar saham. Rekomendasi saham untuk hari ini, Rabu (28/1), berasal dari berbagai analisis dan riset yang dilakukan oleh lembaga keuangan dan perusahaan sekuritas.
Tren Investasi dan Peluang di Pasar Saham
Dalam rangka memperkuat posisi investasi, para analis merekomendasikan beberapa saham yang memiliki potensi kuat untuk meningkatkan kinerja. Misalnya, saham BUVA dinilai memiliki peluang besar untuk masuk konstituen MSCI Small Cap periode semester I-2026, sesuai dengan riset terbaru dari Samuel Sekuritas Indonesia. Ini menjadi sinyal positif bagi investor yang mencari peluang pertumbuhan jangka menengah.
Selain itu, saham ANTM mengalami tekanan jual setelah mencapai rekor tinggi (ATH). Namun, secara teknikal, pergerakan saham tersebut masih berada dalam fase uptrend. Investor dapat mempertimbangkan strategi pembelian pada titik harga yang lebih rendah sebagai kesempatan untuk memperkuat portofolio.
Proyek dan Ekspansi Perusahaan
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp 4,2 triliun untuk tahun 2026. Dengan anggaran yang besar, perusahaan ini berupaya mempercepat eksekusi proyek yang telah direncanakan. Tahun ini akan menjadi tahun penting bagi INET untuk membuktikan kemampuan manajemen dalam menjalankan proyek infrastruktur.
Di sisi lain, investor juga harus waspada terhadap volatilitas rupiah yang bisa mengancam keuntungan dari saham barang baku. Para analis memprediksi bahwa kinerja keuangan emiten logam dan mineral akan meningkat, terutama dari sisi profitabilitas. Namun, kondisi ini juga bergantung pada stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kinerja Grup Lippo dan Potensi Pemulihan
Saham Grup Lippo, meskipun kompak menghijau, saat ini masih didominasi oleh karakter penguatan yang bersifat trading momentum. Investor perlu memantau pergerakan fundamental perusahaan untuk mengetahui apakah ada peningkatan signifikan dalam kinerja keuangan atau tidak. Jika ada perbaikan, maka potensi pemulihan pasar bisa terjadi.
Pengembangan Infrastruktur dan Digitalisasi
Pelni, salah satu perusahaan BUMN, mempercepat transformasi digital dengan mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO). Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan transportasi laut.
Sementara itu, pengembangan Meikarta di Lippo Cikarang terus berjalan. Saat ini, apartemen Meikarta telah dihuni oleh 3.600 unit. Proyek ini dirancang untuk menciptakan kawasan yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.
Program Magang dan Pembangunan Infrastruktur
Program magang yang kembali dibuka dengan target 100.000 peserta memberikan banyak manfaat bagi peserta, termasuk pengalaman kerja dan pengembangan keterampilan. Program ini juga menjadi wadah untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap berkontribusi di berbagai sektor ekonomi.
Di sisi lain, biaya proyek tol Serang-Panimbang mengalami pembengkakan hingga Rp 1,6 triliun. Penyesuaian anggaran ini tidak terlepas dari dinamika teknis di lapangan, yang memengaruhi jalannya proyek infrastruktur.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian, investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan rekomendasi saham dari lembaga keuangan. Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain BUVA, ANTM, dan INET, yang memiliki prospek kinerja yang menjanjikan. Namun, investor juga perlu mempertimbangkan risiko dan strategi investasi yang tepat.

>

Saat ini belum ada komentar