Pemkab Pasuruan Berupaya Tingkatkan Kualitas Penerangan Jalan Umum
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan terus berupaya meningkatkan kualitas penerangan jalan umum (PJU) di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program prioritas yang dicanangkan oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati KH Shobih Asrori. Tujuannya adalah untuk menjadikan kabupaten tersebut lebih terang dan nyaman bagi masyarakat.
Tahun 2025 lalu, Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan telah memulai pembangunan ratusan titik PJU di tiga ruas jalan utama. Ruas-ruas jalan tersebut meliputi Gondangwetan–Winongan, Bangil–Pandaan, serta Pandaan–Prigen. Meski demikian, masih banyak wilayah di Kabupaten Pasuruan yang gelap dan membutuhkan penerangan.
Tahun 2026 ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan kembali mengajukan rencana pemasangan PJU di ribuan titik. Namun, kendala pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi hambatan dalam realisasi proyek tersebut. Hal ini turut memengaruhi kebijakan fiskal Pemkab Pasuruan.
DPRD Dorong Pemanfaatan Banpres untuk PJU
Menyikapi situasi ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan mendorong pemerintah daerah untuk lebih agresif memanfaatkan peluang kucuran dana dari pemerintah pusat. Skema bantuan presiden (Banpres) maupun instruksi presiden (Inpres) dinilai penting dalam situasi saat ini.
Yusuf Daniyal, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyatakan bahwa DPRD mendukung usulan Banpres PJU sebanyak seribu titik untuk tahun 2026. Ia menekankan bahwa penentuan lokasi PJU harus benar-benar berbasis kebutuhan. Prioritas tidak hanya diberikan pada jalan-jalan utama, tetapi juga kawasan terpencil dan wilayah perbatasan yang minim fasilitas penerangan.
“Karena itu, kami mendorong usulan banpres PJU untuk tahun 2026 sebanyak seribu titik,” ujar Yusuf Daniyal.
Usulan Banpres Masih Tunggu Kejelasan dari Pusat
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Digdo Sutjahjo mengakui bahwa pihaknya telah mengajukan usulan Banpres PJU untuk tahun anggaran 2026. Namun, hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah pusat terkait realisasi usulan tersebut.
“Usulan sudah kami sampaikan. Tetapi sampai hari ini memang belum ada kepastian terkait banpres PJU 2026,” ujar Digdo. Meski demikian, Pemkab Pasuruan tetap berharap program tersebut bisa disetujui. Harapan ini bertujuan agar wilayah-wilayah yang rawan kejahatan dan kecelakaan karena gelap gulita bisa terang benderang.
Pentingnya Penerangan Jalan untuk Keselamatan Masyarakat
Penerangan jalan umum bukan hanya sekadar estetika, tetapi juga menjadi faktor penting dalam keselamatan masyarakat. Di wilayah-wilayah yang minim penerangan, risiko kejahatan dan kecelakaan lalu lintas cenderung meningkat. Oleh karena itu, penambahan PJU menjadi langkah strategis untuk memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan warga.
Selain itu, penerangan yang memadai juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Wilayah yang terang akan lebih mudah diakses, baik untuk aktivitas harian maupun kegiatan ekonomi. Dengan demikian, penambahan PJU tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Tantangan dan Solusi untuk Realisasi PJU
Meski memiliki potensi besar, realisasi proyek PJU di Kabupaten Pasuruan menghadapi beberapa tantangan. Selain keterbatasan dana, pengadaan infrastruktur juga memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Namun, dengan dukungan dari DPRD dan upaya optimal dari Dinas Perhubungan, diharapkan proyek ini dapat segera terealisasi. Selain itu, partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam memastikan bahwa PJU yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan berdampak positif.***





Saat ini belum ada komentar