Kehidupan Guru Honorer di Pelosok Jombang yang Berjuang untuk Pendidikan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan akses, seorang guru honorer di pelosok Jombang berjuang keras untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai pendidik. Regita Wahyuning Tyas, perempuan berkacamata yang mengajar di SDN 3 Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi contoh nyata dari ketekunan dan dedikasi dalam dunia pendidikan.
Pengabdian yang Menghadapi Tantangan
Regita mulai mengajar di sekolah dasar tersebut sejak lulus kuliah pada tahun 2022. Selama tiga tahun, ia bertahan sebagai guru honorer, menerima gaji Rp 300 ribu per bulan ditambah insentif sebesar Rp 500 ribu setiap tiga bulan. Namun, penghasilan tersebut jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama biaya operasional menuju sekolah.
Jarak antara rumah dan sekolah mencapai sekitar 15 kilometer. Setiap hari, Regita menempuh pulang-pergi sejauh 30 kilometer menggunakan motor tua milik ayahnya. Bahan bakar yang dibutuhkan sekitar satu liter per hari, yang membuat pengeluarannya terasa signifikan.
Kondisi Jalan yang Menyulitkan
Tidak hanya jarak yang menjadi tantangan, tetapi juga kondisi jalan yang sering terganggu. Saat musim hujan, akses menuju sekolah sering terputus akibat aliran sungai yang meluap. Dalam situasi seperti ini, Regita harus memutar lebih jauh melalui wilayah Kabupaten Nganjuk agar tetap bisa sampai ke sekolah.
Keinginan untuk Membantu Pemerataan Pendidikan
Meski menghadapi berbagai kesulitan, Regita tetap bertahan karena keinginannya untuk ikut serta dalam pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah pedalaman. Ia menyadari betul medan yang akan dihadapi, termasuk jarak, akses jalan, dan kesejahteraan yang terbatas. Namun, semangatnya untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak di daerah terpencil tidak pernah padam.
Pendapatan yang Belum Stabil
Setelah diangkat sebagai PPPK paruh waktu sejak Oktober 2025 lalu, Regita belum menerima honor yang dijanjikan. Hal ini menambah beban keuangan yang dialaminya. Meskipun begitu, ia tetap berusaha menjaga kualitas pengajaran dan komitmennya terhadap siswa-siswanya.
Solusi dengan Les Murah dan Jajanan Pasar
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Regita tidak hanya bergantung pada penghasilan dari mengajar. Ia juga membuka les murah dan menjajakan jajanan pasar. Ini menjadi cara tambahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Regita berharap suatu saat nanti, kesejahteraan dan penghasilan para guru honorer dapat ditingkatkan. Ia percaya bahwa pendidikan adalah fondasi utama bagi kemajuan bangsa, dan setiap guru, meski dengan keterbatasan, memiliki peran penting dalam mewujudkan itu.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar