Kebijakan Transportasi Massal Trans Jatim di Jawa Timur Tahun 2026, Tidak Ada Penambahan Koridor
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus berupaya memastikan layanan transportasi massal tetap berjalan optimal sepanjang tahun 2026. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus utama adalah Bus Trans Jatim, yang saat ini mengoperasikan delapan koridor. Meski kebutuhan masyarakat akan transportasi publik semakin meningkat, penambahan koridor baru belum bisa dilakukan dalam waktu dekat akibat keterbatasan anggaran.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono, menjelaskan bahwa anggaran yang tersedia hanya cukup untuk operasional layanan Bus Trans Jatim. “Untuk tahun ini murni hanya cukup untuk operasional. Delapan koridor itu yang sekarang beroperasi semua,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Tingkat Okupansi Penumpang yang Tinggi
Meskipun tidak ada penambahan koridor, tingkat okupansi penumpang Bus Trans Jatim tergolong tinggi. Rata-rata jumlah penumpang mencapai hampir 23 ribu orang per hari dari seluruh koridor yang beroperasi. Hal ini menunjukkan bahwa layanan transportasi massal tersebut masih sangat diminati oleh masyarakat.
Namun, kebutuhan akan pengembangan jaringan transportasi publik tetap menjadi prioritas. Pemprov Jatim telah merancang rencana pengembangan jaringan Bus Trans Jatim ke depan, terutama di wilayah Malang Raya dan Bakorwil-Bakorwil. Nyono menyatakan bahwa penambahan koridor masih terbuka peluangnya jika terdapat tambahan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026.
Rencana Pengembangan Jaringan Transportasi
Menurut Nyono, kawasan Gerbangkertosusila masih membutuhkan tambahan tiga koridor lagi. Sementara di Malang Raya, Pemprov Jatim menargetkan penambahan dua koridor agar layanan transportasi publik semakin merata. Di wilayah Bakorwil-Bakorwil, Dishub Jatim memperkirakan kebutuhan sekitar lima koridor tambahan.
“Secara total, target kita sebenarnya ada 18 koridor. Idealnya Gerbangkertosusila 10 koridor, Malang Raya 3 koridor, dan Bakorwil-Bakorwil 5 koridor,” paparnya. Namun, ia mengakui bahwa kondisi fiskal daerah yang menurun menjadi tantangan utama. Saat ini, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk memastikan layanan Bus Trans Jatim tetap berjalan optimal selama satu tahun.
Tantangan Fiskal dan Prioritas Pengembangan
Nyono menjelaskan bahwa pengembangan jaringan Bus Trans Jatim akan fokus pada Malang Raya jika terdapat tambahan anggaran melalui PAK APBD 2026. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi massal, meskipun dengan keterbatasan anggaran.
“Fiskal kita menurun, jadi memang baru cukup untuk operasional. Kalau nanti di PAK APBD ada tambahan anggaran, kita akan fokuskan pengembangan di Malang Raya,” pungkasnya.
Masa Depan Layanan Transportasi Massal
Meski saat ini fokus pada operasional, Pemprov Jatim tetap berkomitmen untuk memperluas jaringan Bus Trans Jatim di masa mendatang. Dengan perencanaan yang matang dan adanya kemungkinan tambahan anggaran, layanan transportasi massal di Jawa Timur diharapkan dapat lebih efisien dan mencakup wilayah yang lebih luas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.***





Saat ini belum ada komentar