Gubernur Khofifah Evaluasi Kinerja 2025, Strategi Pembangunan Jawa Timur Tahun 2026

DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar rapat pleno awal tahun 2026 untuk mengevaluasi kinerja pemerintah provinsi sepanjang tahun 2025 dan merancang strategi pembangunan di tahun mendatang. Acara ini berlangsung secara virtual melalui zoom meeting, dengan peserta mengikuti dari berbagai lokasi yang berbeda.

Mekanisme Rapat Pleno yang Berbeda

Rapat pleno kali ini memiliki ciri khas karena para pejabat Pemprov Jatim mengikuti acara dari tempat yang berbeda. Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak hadir dari Kantor Dishub Jatim, sementara Sekretaris Daerah Adhy Karyono mengikuti rapat dari ruang kerjanya. Para kepala perangkat daerah juga mengikuti rapat dari kantor masing-masing.

“Hari ini kita bisa menyinkronkan dan sekaligus melakukan evaluasi perjalanan 2025 serta menyiapkan semua prediksi mitigasi serta arah pembangunan Jawa Timur di tahun 2026,” ujar Gubernur Khofifah.

Penilaian Kinerja dan Tantangan

Dalam evaluasi tersebut, Gubernur Khofifah menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi Pemprov Jatim pada tahun lalu, termasuk realisasi belanja modal. Ia menegaskan bahwa evaluasi harus dilakukan baik secara inward looking maupun outward looking.

“Artinya inward looking, kedalam ini apa yang kita harus berbenah, kalau outward looking bagaimana ke depan kita bisa melakukan realisasi belanja lebih signifikan dan lebih berdampak,” tambahnya.

Fokus pada Pelayanan Dasar

Salah satu prioritas utama dalam pembangunan Jawa Timur tahun 2026 adalah penguatan pelayanan dasar. Hal ini mencakup bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial.

Pendidikan

Program Jatim Cerdas akan fokus pada pemerataan dan peningkatan akses pendidikan, perluasan bantuan pembiayaan, beasiswa pendidikan tinggi, serta pengembangan sekolah berbasis boarding school.

Kesehatan

Program Jatim Sehat bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan, serta peningkatan kesejahteraan tenaga medis.

Infrastruktur

Dalam bidang infrastruktur, program Jatim Akses dan Jatim Lestari akan mempercepat pembangunan jalur lintas pantai selatan serta memperkuat koordinasi antarwilayah.

Sosial

Program Jatim Sejahtera akan fokus pada perlindungan sosial yang adaptif, terintegrasi, dan inklusif, serta pengembangan ekonomi lokal.

Peran Koordinasi dan Sinergi

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat. Ia menilai bahwa sinergi ini akan memastikan program pembangunan dapat diimplementasikan secara efektif. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *