Galaxy Note 10 tanpa jack audio, sekarang pakai apa dan masih layak di 2026?
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Ketika Samsung Galaxy Note 10 pertama kali diperkenalkan, salah satu keputusan yang paling banyak menuai perdebatan adalah hilangnya jack audio 3,5 mm. Keputusan ini sempat membuat banyak pengguna setia seri Note merasa ragu, karena selama bertahun-tahun jack audio dianggap sebagai fitur penting, terutama bagi pengguna profesional yang sering menggunakan earphone kabel untuk bekerja maupun menikmati hiburan.
Namun, waktu terus berjalan. Kini memasuki tahun 2026, Galaxy Note 10 sudah tidak lagi menjadi ponsel terbaru, tetapi masih digunakan oleh banyak orang. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, dengan tidak adanya jack audio, bagaimana solusi yang digunakan pengguna sekarang, dan apakah Galaxy Note 10 masih layak dipertahankan di tengah gempuran smartphone baru?
Samsung Galaxy Note 10 sendiri merupakan ponsel flagship pada masanya. Desainnya ramping, premium, dan sangat khas seri Note. Layar Dynamic AMOLED berukuran besar menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang mengandalkan ponsel untuk produktivitas. S Pen tetap menjadi identitas kuat, memberikan pengalaman menulis dan mencatat yang tidak dimiliki ponsel lain di kelasnya.
Keputusan Samsung untuk menghilangkan port audio sebenarnya sesuai dengan arah perkembangan industri saat itu. Banyak perusahaan mulai mendorong penggunaan headphone nirkabel atau koneksi audio melalui port USB Type-C. Dalam Galaxy Note 10, Samsung memberikan pilihan adapter USB-C ke jack 3,5 mm bagi pengguna yang masih memakai headphone kabel. Meski dianggap sebagai solusi, banyak pengguna merasa metode ini kurang efisien.
Seiring waktu, kebiasaan pengguna pun berubah. Banyak pemilik Galaxy Note 10 akhirnya beralih ke earphone Bluetooth, baik produk Samsung sendiri seperti Galaxy Buds maupun merek lain. Kualitas audio nirkabel juga semakin baik dibanding beberapa tahun lalu, dengan latensi yang lebih rendah dan koneksi yang lebih stabil. Bagi sebagian pengguna, absennya jack audio tidak lagi menjadi masalah besar seperti di awal peluncuran.
Dari sisi performa, Galaxy Note 10 masih tergolong mumpuni untuk penggunaan sehari-hari. Prosesor flagship pada masanya masih mampu menjalankan aplikasi modern, media sosial, hingga multitasking dengan lancar. Untuk kebutuhan kerja ringan, editing dokumen, dan konsumsi konten, ponsel ini masih terasa responsif.
Kamera Galaxy Note 10 juga masih relevan. Meski tidak lagi menjadi yang terbaik di kelas flagship terbaru, kualitas foto dan video yang dihasilkan masih cukup tajam dan stabil. Untuk kebutuhan dokumentasi, liputan ringan, atau konten media sosial, Galaxy Note 10 masih bisa diandalkan.
Layar menjadi salah satu aspek yang membuat ponsel ini tetap diminati. Panel AMOLED Samsung terkenal dengan kualitas warna dan tingkat kecerahan yang baik. Menonton video, membaca, hingga bekerja dengan S Pen masih terasa nyaman, bahkan jika dibandingkan dengan ponsel kelas menengah keluaran terbaru.
Lalu bagaimana dengan harganya? Sampai awal 2026, Samsung Galaxy Note 10 di pasar Indonesia kini dijual sekitar Rp4 juta hingga Rp5,5 juta, tergantung kondisi unit, kapasitas penyimpanan, serta apakah perangkat dijual baru atau bekas dalam kondisi baik. Harga ini membuat Galaxy Note 10 menjadi pilihan yang menarik, karena menawarkan pengalaman serupa flagship dengan harga yang jauh lebih murah dibanding saat pertama kali dirilis.
Dengan harga tersebut, pengguna mendapatkan ponsel premium dengan layar besar, S Pen, kamera mumpuni, serta performa yang masih cukup kuat. Namun, pengguna juga harus siap menerima beberapa kompromi, termasuk absennya jack audio dan dukungan pembaruan sistem yang tidak selama ponsel Samsung generasi terbaru.
Bagi pengguna yang sudah terbiasa menggunakan earphone Bluetooth atau tidak terlalu bergantung pada jack audio, Galaxy Note 10 masih menjadi pilihan yang masuk akal. Apalagi bagi mereka yang membutuhkan S Pen untuk mencatat, menggambar, atau bekerja, fitur ini masih sulit tergantikan oleh ponsel lain di kelas harga yang sama.
Di sisi lain, bagi pengguna yang sangat mengutamakan kualitas suara melalui kabel tanpa perlu tambahan alat bantu, ketiadaan port audio tetap menjadi kelemahan yang harus diperhitungkan. Meskipun demikian, perkembangan penggunaan perangkat nirkabel yang semakin luas membuat kekurangan ini terasa lebih ringan dari waktu ke waktu.
Secara keseluruhan, Galaxy Note 10 menunjukkan bagaimana sebuah keputusan kontroversial pada masanya kini mulai dianggap wajar. Hilangnya jack audio memang sempat menimbulkan penolakan, tetapi ekosistem aksesori yang berkembang membuat pengguna punya banyak pilihan alternatif.
Hingga tahun 2026, Samsung Galaxy Note 10 masih layak dipertahankan, terutama bagi pengguna yang mencari ponsel flagship dengan harga lebih murah namun tetap memanfaatkan S Pen sebagai alat kerja. Meski bukan model terbaru, perangkat ini masih memberikan pengalaman mewah yang sulit ditemukan di kisaran harga yang sama.***





Saat ini belum ada komentar