Banjir Situbondo: Dampak Hujan Lebat dan Kerja Sama Masyarakat di Jalur Pantura Surabaya-Banyuwangi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi banjir)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banjir yang terjadi di Kabupaten Situbondo pada Rabu (21/1/2026) malam menjadi perhatian serius bagi warga setempat. Hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam menyebabkan air sungai meluap dan tangkis sungai jebol, sehingga menggenangi sejumlah wilayah. Kejadian ini memicu gangguan lalu lintas di jalur Pantura, khususnya di daerah Kembangsambi dan Pasir Putih.
Penyebab Banjir dan Dampaknya
Hujan lebat yang terjadi sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB menyebabkan intensitas air meningkat drastis. Air sungai Lubawang Besuku meluap dan tangkis sungai di Kembangsambi serta Pasir Putih jebol. Akibatnya, ruas jalan raya Pantura tergenang banjir, sehingga mengganggu arus kendaraan dari arah Surabaya dan Banyuwangi.
“Untuk kendaraan saat ini sudah berjalan normal dan tidak ada kemacetan,” ujar AKP Nanang Hendra Irawan saat dihubungi. Meski demikian, pengguna jalan sempat mengalami kepadatan parah di beberapa titik.
Tindakan Pemerintah dan Masyarakat
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, turun langsung ke lokasi terdampak bencana untuk memantau kondisi dan memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Ia juga meminta kerjasama semua pihak, termasuk BPBD, Camat, dan tokoh masyarakat, untuk saling membantu dan mendoakan keselamatan warga.
“Puncak banjir sore hari, dan kita melihat proses evakuasi material banjir dengan menggunakan alat berat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi, terutama karena jalan masih dalam kondisi tergenang dan macet.
Selain itu, pihak kepolisian telah mensiagakan personil di beberapa titik di jalan Raya Pantura, seperti di Banyuglugur, Pasir Putih, dan Kembangsambi. Anggota juga melakukan patroli mobiling untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Respons Masyarakat dan Upaya Normalisasi
Banyak warga yang terdampak banjir mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Beberapa rumah warga di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, juga terendam banjir. Namun, hingga pagi hari, situasi mulai membaik dan arus lalu lintas kembali normal.
BPBD dan Dinsos Situbondo telah menyiapkan dapur umum untuk warga yang terdampak bencana. Selain itu, sejumlah organisasi masyarakat, seperti PC Ansor, mendesak pemerintah kabupaten untuk menaikkan status tanggap darurat agar penanganan bencana lebih efektif.
Pentingnya Kolaborasi dalam Menghadapi Bencana
Kepala Daerah dan para pemangku kepentingan menyadari bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi masyarakat sangat penting dalam mengatasi bencana. Dengan saling bekerja sama, upaya penanggulangan bencana bisa dilakukan secara lebih cepat dan efisien.
“Kita saling sinergi agar bencana di Situbondo bisa diatasi,” pungkas Ulfiyah. Ia berharap, dengan kerja sama yang baik, masyarakat dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari tanpa terganggu oleh dampak banjir.***

>

Saat ini belum ada komentar