Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Warga Aceh Terdampak Banjir Belum Dapat Bantuan, Dedi Mulyadi Bawa Rp7 Miliar

Warga Aceh Terdampak Banjir Belum Dapat Bantuan, Dedi Mulyadi Bawa Rp7 Miliar

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sen, 8 Des 2025
  • comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COMWarga Aceh yang terkena dampak banjir kini menyampaikan keluhan karena belum menerima bantuan dari pemerintah pusat. Dedi Mulyadi segera turun tangan hingga membawa dana sebesar Rp 7 miliar.

Dedi Mulyadi saat ini sedang melakukan perjalanan ke Aceh dan Sumatera guna memberikan dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana banjir serta longsor tanah.

Baru-baru ini, masyarakat Aceh yang terkena banjir belum menerima bantuan dari pemerintah pusat. Dedi Mulyadi segera turun tangan hingga membawa dana sebesar Rp 7 miliar.

Keluhan diungkapkan oleh para pengungsi banjir di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Mereka menyatakan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

Meskipun demikian, banjir tersebut telah terjadi hampir dua minggu.

“Pak Presiden, hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah Indonesia yang tiba di daerah pedalaman ini,” ujar Sbahanur (35), warga Sawang, saat diwawancarai di lokasi pengungsian, Minggu (7/12/2025), dilansir dari TribunJabar.id.

Ia mengatakan bahwa aliran listrik dan jaringan komunikasi masih belum pulih.

“Pagi kami kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur, tingginya mencapai satu hingga dua meter. Hal itu sangat melelahkan, sambil memetik sisa sayur untuk dimasak di tempat pengungsian,” katanya.

Menurutnya, persediaan beras masih cukup. Selain itu, para relawan mulai tiba membawa mi instan dan telur.

“Jika masakannya, kami menyebutnya kuah ikan mata (lauk air mata), karena semua sayuran direbus,” katanya.

Ia mengatakan, dua desa yang paling terpencil hingga saat ini di Kecamatan Sawang adalah Desa Babah Krueng dan Desa Riseh.

“Jalan masih penuh dengan lumpur. Kendaraan tidak dapat melewati jalur menuju dua desa tersebut,” katanya.

Isbahanur menyampaikan, kebutuhan mendesak masyarakat saat ini adalah obat-obatan, selimut, kelambu, dan pakaian.

“Pak Presiden, warga kami belum merasakan bantuan dari Pemerintah Indonesia sampai saat ini. Mohon perintahkan seluruh kekuatan Presiden untuk membantu kami,” katanya.

Banjir melanda 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Beberapa korban masih dalam kondisi hilang, ribuan rumah mengalami kerusakan, serta berbagai fasilitas umum tidak dapat beroperasi. Di Aceh Utara dan Aceh Timur, banjir mulai terjadi sejak 22 November 2025.

Dedi Bawa Bantuan Sebesar Rp 7 Miliar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah berangkat ke Sumatera guna menyerahkan bantuan secara langsung. Ia menggunakan pesawat Susi Air yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada hari Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 09.25 WIB.

Dedi berangkat bersama rombongan dari Pemprov Jabar ke Padang (Sumatera Barat) untuk membeli perlengkapan yang akan dibagikan kepada masyarakat yang terkena dampak. Ia diperkirakan berada di Sumatera selama dua hingga tiga hari untuk melakukan pendataan warga Jabar yang menjadi korban serta menyalurkan bantuan.

{Tergantung pada kondisinya. Jika kondisinya membutuhkan penungguan, maka perlu terus bergerak, mungkin bisa dua hingga tiga hari. Namun, jika sistem sudah berjalan lancar, barang sudah tersedia, nanti cukup mengirimkan saja, saya hanya membutuhkan dua hari,” katanya, dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya, Dedi menyampaikan bahwa bantuan akan diberikan kepada yang benar-benar memerlukan, khususnya di kawasan Aceh.

“Awalnya ingin membeli dari Pidie, Aceh atau dari Sumatera Utara, tetapi pertimbangannya barang di sana sudah tidak terlalu banyak dan harganya tinggi. Jadi, nanti kita putuskan untuk berbelanja di Sumatera Barat, yaitu di Padang,” katanya.

Alasan Dedi memilih pesawat Susi Air adalah karena kebutuhan koneksi dan juga untuk mengangkut beberapa barang yang akan disampaikan langsung ke daerah-daerah yang sulit diakses melalui darat.

“Kemudian dua pesawat Susi Air telah saya sewa. Jadi nanti pesawat Susi Air tersebut akan mengangkut barang-barang yang berasal dari bantuan teman-teman saya dan rekan-rekan di Jawa Barat untuk dikirimkan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau bahkan belum bisa diakses,” katanya.

Bantuan yang akan diberikan ini tidak sepenuhnya berasal dari uang pribadinya, melainkan juga hasil donasi dari pihak swasta serta BUMD milik Pemprov Jabar. Jumlah totalnya mencapai Rp 7 miliar.

“(Sumbernya) banyak dari Kadin, dari Apindo, kemudian dari Korpri, lalu dari Baznas, juga dari bjb dan dari saya sendiri,” katanya. (*)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekomendasi Tempat Wisata Alam Terbaik Di 2025

    Rekomendasi Tempat Wisata Alam Terbaik Di 2025

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 254
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rekomendasi tempat wisata alam terbaik di 2025Perkembangan infrastruktur dan kesadaran akan pelestarian lingkungan telah membuka akses ke destinasi-destinasi tersembunyi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan tempat wisata yang sudah ada. Berikut rekomendasi tempat wisata alam terbaik di 2025, yang menawarkan keindahan alam yang memukau dan pengalaman tak terlupakan: 1. Taman Nasional Komodo, Indonesia: Lebih dari […]

  • Anggaran Pendidikan Surabaya Rp2,5 Triliun, Tapi Anak Mariyati Putus Sekolah Demi Adiknya photo_camera 1

    Anggaran Pendidikan Surabaya Rp2,5 Triliun, Tapi Anak Mariyati Putus Sekolah Demi Adiknya

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 582
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Kemarin Senin, 20 Oktober 2025. Saat Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh memaparkan prestasi gemilang dalam anggaran pendidikan Surabaya di Balai Rakyat Yos Sudarso—rekrutmen guru baru, program Surabaya Mengajar yang melibatkan UNESA, UINSA, UNUSA, dan anggaran pendidikan yang terus naik—di rumah kontrakan 3×4 meter Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, tidak ada yang […]

  • Mancing Bareng Bersama “Mardinoto” Merajut Keakraban dan Harapan di Tombo Ati

    Mancing Bareng Bersama “Mardinoto” Merajut Keakraban dan Harapan di Tombo Ati

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 156
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Minggu pagi 27 Oktober 2024, suasana di kolam pemancingan Tombo Ati, Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, terasa meriah. Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung nomor urut 3, Mardinoto (Maryoto Bhirowo dan Didik Girnoto Yekti), bersama kader partai pengusungnya Hanura, PAN, dan tokoh masyarakat, hadir di tengah keramaian tersebut. Pasangan Mardinoto, yang dikenal […]

  • ANTRIAN OPERASI KASUS HUKUM DAN POLITIK TEBANG PILIH

    ANTRIAN OPERASI KASUS HUKUM DAN POLITIK TEBANG PILIH

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems. Diagram Kota Surabaya – Amboy, betapa bersemangat dan bringasnya Rezim Nepotis ini mendaftar dan menarget tokoh-tokoh kritis, yang pernyataan-pernyataan politiknya seringkali bersebrangan dengannya. Padahal seharusnya di era demokrasi seperti ini, suara-suara kritis harusnya didengar dan diperhatikan dengan serius. Sebab itu bisa jadi merupakan pendapat atau opini kedua (second oponion) untuk menjadi penyeimbang […]

  • NIB Kunci Akses UMKM Mendapatkan Program Bantuan Pemerintah

    NIB Kunci Akses UMKM Mendapatkan Program Bantuan Pemerintah

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 252
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Akses terhadap program bantuan pemerintah menjadi dambaan bagi banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, realitanya, banyak UMKM yang kesulitan mengakses program tersebut. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah tidak terpenuhinya Nomor Induk Berusaha (NIB). Dr. Made Setini, Akademisi Ekonomi Universitas Warmadewa Denpasar, menjelaskan bahwa NIB ibarat KTP-nya sebuah usaha. Dengan […]

  • Stres

    Mengelola Stres di Era Digital: Penting Untuk Menetapkan Batasan Yang Sehat

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 249
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di era digital yang serba cepat, stres sering kali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Teknologi dan media sosial, meskipun memberikan banyak manfaat, juga dapat menjadi sumber stres jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mengadopsi strategi yang efektif untuk mengelola stres akibat penggunaan teknologi. Penggunaan teknologi yang berlebihan, terutama media […]

expand_less